alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kopel Desak Panitia Angket Tak Gelar Pemeriksaan Tertutup

Luqman Zainuddin
Kopel Desak Panitia Angket Tak Gelar Pemeriksaan Tertutup
Kopel saat menggelar diskusi mengenai hak angket beberapa waktu lalu. Kopel mendesak dewan agar melaksanakan sidang secara terbuka. Foto: SINDOnews/Muhaimin

MAKASSAR - Komite Pemantau Legislatif (Kopel) mendesak agar panitia Hak Angket DPRD Sulsel tidak menggelar sidang pemeriksaan secara tertutup. Mereka meminta agar pemeriksaan tetap terbuka untuk publik dan media.

Desakan tersebut dilayangkan Kopel dalam bentuk petisi tertulis.

Menurut Kopel, dengan menggelar sidang pemeriksaan tertutup, panitia angket dinilai mengabaikan hak informasi untuk publik. Sebab, dalam UU 14 tahun 2008 diatur tentang Keterbukaan Informasi. Termasuk dalam UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 68 berbunyi semua rapat di DPRD provinsi pada dasarnya bersifat terbuka, kecuali rapat tertentu yang dinyatakan tertutup.



Adapun menurut Kopel rapat-rapat yang dinyatakan tertutup untuk umum adalah kasus-kasus dalam ranah hukum keluarga, pidana anak, kasus kesusilaan, rahasia militer dan/atau rahasia negara.

Direktur Kopel Indonesia, Anwar Razak mengatakan pihaknya mengecam kebijakan panitia hak angket yang tiba-tiba dalam sidang pemeriksaan terperiksa eks Kepala Biro Pembangunan Pemprov, Jumras dan Abdul Hayat Gani, mendadak menggelar rapat tertutup.

"Kebijakan tersebut secara nyata, DPRD telah mengabaikan hak informasi bagi publik sebagaimana dimandatkan Undang undang," katanya.

Dalam petisi yang dibuat kopel kepada panitia angket, Kopel mendesak panitia hak angket untuk tetap konsisten membuka semua rapat-rapat pansus angket termasuk memberikan akses publik dan media untuk memantau lansung jalan rapat panitia angket.

"Pemeriksaan terhadap Jumras yang dilakukan secara tertutup karena pembahasan Rp 10 miliar, sesungguhnya tidak mesti ditakutkan akan menimbulkan kegaduhan. Jelaskan saja secara benar adanya kepada publik untuk diketahui," katanya.

Justru, lanjut Anwar, dengan rapat tertutup persepsi publik menjadi liar dan bisa menduga telah terjadi praktik dagang dalam pengadaan barang dan jasa.

Sekadar diketahui, selain sidang dua terperiksa tersebut digelar tertutup, panitia angket juga menggelar sidang tertutup untuk eks Inspektur Inspektorat Sulsel, Luthfi Natsir, Rabu 10 Juli. Alasannya atas permintaan terperiksa karena akan menyampaikan hal sensitif.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Angket, Arum Spink mengatakan digelarnya sidang tertutup dengan alasan permintaan terperiksa. Panitia angket, kata dia, harus menghargai permintaan terperiksa karena informasi yang akan disampikan menyangkut hal privasi.

"Memang ada pengecualian, artinya semua sidang terbuka kecuali menyangkut hal privasi, misalnya kerahasiaan jabatan dan bisa menimbulkan kegaduhan. Rapat tertutup tidak kami buat-buat, tetapi kita sesuai regulasi tatib panitia angket," jelasnya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook