alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Harga Garam di Pangkep Anjlok, Petani Mulai Beralih Profesi

Muhammad Subhan
Harga Garam di Pangkep Anjlok, Petani Mulai Beralih Profesi
Petani garam di Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, merugi. Dan terpaksa beralih profesi menjadi nelayan. Foto: Muhammad Subhan/SINDOnews

PANGKEP - Harga penjualan garam di tingkat petani anjlok. Saat ini hanya Rp50 ribu per karung garam atau berkisar 60 kg, harga sebelumnya bisa mencapai Rp75 ribu per karung.

Kondisi ini membuat petani di Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, merugi dan terpaksa beralih profesi lama dengan menjadi nelayan.

Salah seorang petani garam, Rusman mengatakan, harga yang ada saat ini tidak sebanding dengan ongkos produksi.



"Harusnya sudah kasi turun garam ini, tapi karena harganya begini, tidak ada yang mau karena rugi. Harganya terlalu jauh, normalnya itu Rp75 ribu. Tapi pernah malah kita jual itu Rp100 ribu satu karung. Sekarang sisa Rp50 ribu," keluhnya kepada SINDOnews, Kamis (11/07/2019).

Selain harganya yang anjlok, petani juga kesulitan mendapatkan pembeli. Puluhan karung garam yang masih tersisa setahun sebelumnya hanya bisa mereka simpan di bawah kolong rumah meski pun kondisi beratnya kian menyusut karena mencair.

"Masih ada kita simpan itu sisa-sisa panen tahun lalu. Itu juga tidak ada pembeli, padahal kalau kita simpan terus ini, makin sedikit karena dia kan sifatnya mencair. Lama-lama tersimpan begini, jelasnya rugilah," pungkas Rusman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Pangkep, Andi Farida yang dikonfirmasi membenarkan harga penjualan garam kini anjlok karena secara nasional pemerintah terus melakukan impor garam.

Sehingga stok dalam negeri melimpah dan menurunkan harga produksi garam petani lokal. Meski demikian, pihaknya tetap mendorong produksi garam petani tambak.

"Selain karena secara nasional, pemerintah terus melakukan impor garam, juga masih perlu perbaikan kualitas. Kami tetap mendorong karena pada saat musim kemarau, tidak bisa juga melakukan budidaya komoditi lain terutama yang betul-betul adalah areal garam," paparnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook