alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dokumen Pembangunan RS Batua Tahap II Dikaji Ulang

Vivi Riski Indriani
Dokumen Pembangunan RS Batua Tahap II Dikaji Ulang
RS Batua. Dokumen pembangunan RS Batua Tahap II saat ini sedang dikaji ulang sebelum ditayangkan di LPSE. Foto: SINDOnews/Muctamir Zaide

MAKASSAR - Proyek pembangunan RS Batua tahap II belum ditayangkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Makassar. Padahal sisa waktu yang dimiliki tinggal lima bulan lagi sebelum tahun anggaran 2019 berakhir.

Kepala BLPBJ Kota Makassar, Fuad Azis mengatakan, proyek pembangunan RS Batua Tahap II sudah masuk dalam pra tender, hanya tinggal dilakukan kaji ulang sebelum proyek ini resmi ditayangkan.

"RS Batua Tahap II itu sudah masuk pra tender. Kita tinggal mau melakukan kaji ulang dokumen lelangnya," singkat Fuad Azis, kepada SINDOnews, Kamis (11/7/2019).



Dalam proses kaji ulang, kata Fuad, ada beberapa poin yang perlu dibahas antara kelompok kerja (pokja), pejabat pembuat komitmen (PPK), pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), maupun tim pendukung. Mengingat anggaran pada proyek ini tidak sedikit, yakni mencapai Rp100 miliar.

"Yang dibahas di kaji ulang itu detailnya, mulai dari metodologi pelaksanaannya, sasaran, waktu dan mutu. Jadi, semuanya itu dokumen lelang itu kita kaji bersama," ungkapnya.

Jika dalam proses kaji ulang tidak lagi diperlukan perbaikan, maka pihaknya akan segera menayangkan proyek itu ke LPSE. Hanya saja, mengingat waktu yang tinggal 150 hari maka diperlukan kesepakatan bersama antara keinginan SKPD dengan aturan yang telah ditetapkan.

"Yang diminta SKPD-nya 150 hari, tapi kita lihat kalau 150 hari itu batas waktunya sampai bulan Desember. Nanti lewatki, tapi itu nanti kita kaji ulang. Paling maksimal itu mungkin 120 hari batas waktu yang kita berikan kepada rekanan," tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin berharap agar proyek ini bisa segera ditender sehingga pelaksanaan fisiknya bisa rampung sebelum akhir tahun.

"Kita harapkan jangan lagi Desember, semua di November bisa selesai. Kalau selesai tahun ini, bangunan yang bisa berfungsi mungkin sampai rawat jalannya, mungkin sampai lantai 2 dan lantai 3," ucap Naisyah.

Kata dia, pembagunan RS Batua tahap II ini merampungkan apa yang belum selesai pada pembangunan tahap pertama. Harapannya, proyek ini bisa berjalan maksimal sehingga sudah bisa difungsikan pada 2020 mendatang.

"Alat kesehatan (Alkes) sudah kita anggarkan tahun ini Rp40 miliar, Rp100 miliar diluar Alkes. Doakan semoga Januari 2020 rawat jalan segera berfungsi," sebutnya.

Kedepan, bangunan berlantai 10 ini akan menjadi pusat rujukan home care sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. Pasalnya, saat ini sistem rujukan pelayanan kesehatan sudah dilakukan secara bertahap, yaitu dari rumah sakit tipe C di rujuk ke tipe B.

Sementara saat ini rumah sakit tipe C milik pemerintah kota belum ada. Hanya RS Sayang Rakyat yang terletak di Biringkanayya milik pemerintah provinsi, dan swasta seperti RS Hermina dan RS Mitra Husada.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads