alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polda Sulsel Buru Otak Penggelembungan Suara Caleg Golkar

Ahmad Muhaimin
Polda Sulsel Buru Otak Penggelembungan Suara Caleg Golkar
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. Foto: Dok/SINDOnews

MAKASSAR - Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel kembali menetapkan dua tersangka kasus dugaan pidana pemilu menyusul ditetapkannya lima tersangka sebelumnya yang diduga melakukan penggelembungan suara calon anggota legislatif (caleg).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan, kedua tersangka tersebut merupakan penyelenggara Pemilu 2019.

Berkas perkara tahap pertama juga telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tingi (Kejati) Sulsel. (Baca sebelumnya: Diduga Gelembungkan Suara Rahman Pina, Polda Tetapkan 5 Tersangka)



"Iya, sekarang sudah tujuh orang (tersangka). (Dua tersangka tambahan) Firman sebagai PPK Biringkanaya dan Barliansyah sebagai KPPS Kelurahan Karampuang," akunya saat dikonfirmasi SINDOnews, Jumat (12/07/2019).

Dia pun tak menampik akan ada tambahan tersangka baru yang diduga ikut serta melakukan pelanggaran pemilu. Dan bahkan, penyidik memburu otak di balik penggelembungan suara caleg DPRD Sulsel asal partai Golkar, Rahman Pina.

"Kita lihat perkembangannya. Sampai hari ini, masih belum ada. Tapi kita masih terus selidiki (sampai otak dibalik kasus ini)," tandasnya.

Lebih lanjut Dicky Sondani menjelaskan, pada kasus perubahan suara Pileg 2019 ini Rahman Pina selaku caleg yang diuntungkan. Sementara pihak yang dirugikan yakni sesama caleg DPRD Sulsel asal partai Golkar, Imran Tenri Tata Amin yang merupakan anak kandung mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam.

Hanya saja kata dia, Rahman Pina masih berstatus saksi usai diperiksa oleh Gakkumdu Sulsel.

"RP (Rahman Pina) sudah diperiksa penyidik Polda (Sulsel), namun dia tidak mengaku telah menyuruh operator mengubah suara. Operator mengaku, kalau dia dikasih money (uang) untuk menambah suara RP. Namun hal itu disangkal oleh RP saat diperiksa oleh penyidik," ujar Dicky Sondani.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook