alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Cinta Kasih Warga Polman Semakin Memudar, Angka Perceraian Tinggi

Asrianto Suardi
Cinta Kasih Warga Polman Semakin Memudar, Angka Perceraian Tinggi
Cinta kasih sejumlah pasangan yang terikat dalam bahtera rumah tangga di Kabupaten Polman semakin memudar. Hal ini terlihat dari angka perceraian yang semakin tinggi. Foto : SINDOnews/Asrianto Suardi

POLMAN - Cinta kasih sejumlah pasangan yang terikat dalam bahtera rumah tangga di Kabupaten Polman semakin memudar. Hal ini terlihat dari angka perceraian yang semakin tinggi. 

Wakil Ketua Pengadilan Agama Kelas I B Polman, Dewiati mengungkapkan berdasarkan data sepanjang tahun 2019 angka perceraian sudah mencapai 349 kasus. Jumlah itu sudah termasuk cerai talak dan cerai gugat.

Menurut Dewi, angka perceraian tahun ini terbilang tinggi jika dibandingkan dengan angka perceraian tahun sebelumnya yang hanya dikisaran 149 kasus.  "Jika dibandingkan dengan tahun 2018, tahun ini makin meningkat lagi, karena ini baru pertengahan tahun jumlahnya sudah mencapai 349, sementara setiap hari masih terus bertambah,"jelasnya.



Dewi menambahkan, penyebab perceraian itu terjadi rata-rata dikarenakan faktor ekonomi, karena tidak sedikit yang mengajukan gugatan adalah pasangan muda yang jenjang pernikahannya mulai dari 1 tahun hingga 5 tahun 

"Ada juga disebabkan perselingkuhan akibat media sosial, juga kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT),"ujarnya.

Hingga saat ini, lanjut Dewi belum diteliti secara jelas tingkat pendidikan bagi penggugat cerai apakah berada di pendidikan rendah atau tinggi.  "Artinya disaat terjadi masalah dalam rumah tangga tidak mampu menyelesaikan karena faktor pendidikan sehingga mengambil jalan pintas yaitu perceraian, ini juga termasuk pemicu," urainya.

Sebelumnya, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masda menuturkan angka perceraian di Polman didominasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Dari data PNS yang bercerai sebagian adalah Guru. Justru mereka yang harusnya memberi contoh, justru malah mereka yang mengalami. Nah, ini yang perlu dipahami,"pungkasnya.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook