alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Peminat Kian Banyak, UMI Gunakan Sistem UTBK dan Non-UTBK

Marhawanti Sehe
Peminat Kian Banyak, UMI Gunakan Sistem UTBK dan Non-UTBK
Rektor UMI Prof Basri Modding saat meninjau para peserta UTBK dan Non-UTBK, Senin (15/7/2019). Foto: SINDOnews/Marhawanti Sehe

MAKASSAR - Popularitas Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar di kalangan pelajar terus meningkat. Khusus tahun 2019 ini, pendaftar UMI sudah mencapai 10.168 orang.

Rektor UMI Makassar, Prof Basri Modding mengatakan jumlah pendaftar tahun ini meningkat sekitar 30% dari tahun 2018 lalu yang hanya berada dikisaran sembilan ribuan saja. Yang lebih membanggakan lagi adalah UMI, kata dia sudah menggunkan sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Hal ini menjadikan UMI Makassar sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia yang menggunakan sistem ini untuk ujian masuk. Sebab umumnya, sistem ini hanya digunakan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) saja.



Prof Basri menjelaskan, dari 10.168 orang pendaftar, sebanyak 47% menggunakan sistem UTBK dan 53% masih menggunakan sistem Non-UTBK. Khusus untuk pendaftar yang menggunakan sistem UTBK nantinya akan langsung dilakukan wawancara oleh pihak fakultas.

Ke depan, lanjut Prof Basri, UMI akan mengajukan kerjasama dengan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yang dinaungi oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemeristek Dikti) agar sistem tes yang digunakan sudah persis sama dengan PTN.

"Tahun ini pendaftar ada 10.168 orang dan kami menggunakan dua sistem tes yakni UTBK dan Non-UTBK. Dan itu yang paling membanggakan bagi kami karena menjadi satu-satunya PTS di Indonesia yang bisa gunakan dua sistem seperti itu. Kami juga akan menyurat ke LTMPT agar ke depan bisa sama dengan PTN," kata guru besar Fakultas Ekonomi ini.

Lebih lanjut, Prof Basri menguraikan, fakultas yang banjir peminat tahun ini adalah Kedokteran yang mencapai 815 orang, disusul Fakultas Hukum, Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Farmasi, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Sastra, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Fakultas Kedokteran Gigi.

"Rencananya kami akan diskusikan nanti berapa orang, tapi tentu saja kami sesuaikan dengan sarana dan prasarana yang kami miliki. Kami sepakat merencanakam paling banyak 5.000 orang. Yang akan kami rapatkan apakah itu sudah termasuk pascasarjana atau tidak, yang jumlahnya ada 600 orang," ujarnya.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan UMI akan kembali membuka pendaftaran gelombang ke-2, dengan alasan tidak ingin mengecewakan masyarakat yang ingin menitipkan anaknya untuk belajar di UMI.

"Oleh karena itu kami tidak mau mengecewakan masyarakat yang mau menyekolahkan anaknya di UMI. Sehingga masyarakat itu tentu kami akan respon tapi tentu kami akan tetap mempertahankan kualitas," tutup dia.

Hadir mendampingi Rektor UMI di press conference penerimaan calon mahasiswa baru UMI diantaranya, Wakil Rektor I yang juga merupakan Ketua Panitia, Ketua Yayasan Wakaf UMI, Ketua Pembinan YW UMI, Ketua Dewan Pengawas, Sekretaris Pengurus, Para Wakil Ketua Pengurus Yayasan, Senat serta Dekan Fakultas.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif