alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pembatalan Event Makassar F8 Harus Melalui Pembahasan DPRD

Budi Santoso
Pembatalan Event Makassar F8 Harus Melalui Pembahasan DPRD
Launching pelaksanaan Makassar F8 2019 di Kementerian Pariwisata, Jakarta, beberapa waktu lalu. Meski masuk dalam kalender pariwisata nasional, pelaksanaannya tahun 2019 batal digelar. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar membatalkan pelaksanaan event Makassar International Eight Festival and Forum (MIEFF) atau Makassar F8 2019.

Padahal event ini telah menjadi agenda nasional Kementerian Pariwisata. Pembatalan pelaksanaan event ini pun disikapi anggota DPRD Makassar.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar, Abd Wahab Tahir menegaskan, harusnya pembatalan pelaksanaan event kalender nasional melalui pembahasan di DPRD Makassar.



Apalagi anggarannya telah disepakati pada pembahasan APBD 2019 lalu kurang lebih Rp3,8 miliar.

"Saya tunggu penjelasan resmi dari pemkot Makassar, setelah itu saya akan ambil sikap politik soal tersebut. Pernyataan lisan kadis pariwisata (pembatalan) tidak bisa dijadikan pegangan untuk menentukan sikap politik kami lebih lanjut," pungkasnya, Selasa (16/07/2019).

"(Pembatalan) harus melalui pembahasan di DPRD, begitu perintahnya menurut undang-undang. Tidak bisa semaunya, lagian apa dasar hukumnya pengalihan anggaran tersebut. PJ wali kota sekarang tidak punya RPJMD, sementara pagu pokok 2019 jelas landasan hukumnya RPJMD. Kalau mau pergeseran (peralihan anggaran) di perubahan 2019 apa landasan hukumnya?," tandas Wahab Tahir yang Sekretaris Golkar Makassar.

Lebih lanjut kata dia, event Makassar F8 ini harus dilanjutkan karena tujuannya untuk kepentingan masyarakat kota Makassar.

"Kalau dihentikan maka kesan politisnya tinggi sekali," ujarnya. (Baca juga: Pemkot Batalkan Penyelenggaraan Event Makassar F8 2019)

"Saya belum tau apa alasannya (dibatalkan). Tapi kita akan lihat nanti kalau memang tidak dilaksanakan, saya akan ambil sikap politik," tegasnya mengulang.

Menurut dia, kota Makassar tidak memiliki destinasi wisata selain Benteng Fort Rotterdam dan Makam Raja Tallo. Harusnya, lanjut Wahab Tahir, Pemkot Makassar peka terhadap kondisi ini.

"Pengusaha hotel semuanya mengeluh sudah akhir semester pertama tingkat hunian masih rendah, salah satu penyebabnya karen tidak ada kegiatan-kegiatan yang bertaraf nasional mau pun internasional," kunci dia. (Baca juga: Pelaku Industri Kecewa Event Kementerian Pariwisata Batal Digelar)



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook