alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PHRI-ASITA Sayangkan Event Pariwisata Nasional 'F8' Batal Digelar

Vivi Riski Indriani
PHRI-ASITA Sayangkan Event Pariwisata Nasional F8 Batal Digelar
Event Makassar F8 digelar di Anjungan Pantai Lorasi tahun 2018 lalu. Tahun ini batal dilaksanakan meski masuk dalam event nasional Kementerian Pariwisata. Foto: Dok/SINDOnews

MAKASSAR - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencie (ASITA) turut angkat bicara terkait dengan pembatalan pelaksanaan event Makassar International Eight Festival and Forum (MIEFF) atau Makassar F8 batal digelar di tahun 2019 ini.

Pembatalan pelaksanaan event agenda nasional ini disebut merupakan petunjuk dari Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb. Ada pun anggaran pelaksanaannya kurang lebih Rp3,8 miliar akan dialihkan untuk kegiatan yang dinilai lebih prioritas.

(Baca juga: Pemkot Batalkan Penyelenggaraan Event Makassar F8 2019)



Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga mengaku belum mengetahui secara persis alasan pemerintah kota membatalkan event yang sudah masuk top ten kalender event Kementerian Pariwisata.

"Kita belum tahu persis apa alasan pemerintah kota karena kita sendiri belum diajak diskusi soal pembatalan event ini," akunya, Selasa (16/07/2019).

Menurutnya, pelaksanaan event Makassar F8 ini sangat berdampak positif terhadap peningkatan okupansi hotel atau pun kunjungan restoran dan rumah makan. Itu terbukti di tahun-tahun pelaksanaan sebelumnya.

"Kalau kita berharap event F8 ini tetap digelar karena semakin banyak event semakin besar peluang wisatawan (domestik dan mancanegara) ke Makassar dan itu dampaknya sangat baik untuk hotel dan restoran," tutur Anggiat.

Meski demikian, dia berharap pemerintah kota dapat melaksanakan event seperti Makassar F8 yang mampu mendatangkan banyak wisatawan. Mengingat event Makassar F8 selalu menghadirkan delegasi dari luar negeri sehingga bisa mempromosikan keunggulan sektor pariwisata Makassar mau pun Sulsel.

"Jika pun F8 tidak jadi digelar kita berharap ada event substitusi yang bisa mendatangkan wisatawan mancanegara lebih banyak ke Makassar," harap dia.

Sementara itu, Ketua DPD ASITA Sulsel, Didi L Manaba mengatakan pemeritah kota seharusnya tidak gegabah dalam mengambil keputusan membatalkan event ini.

Sebab, kegiatan yang sudah digelar selama tiga tahun berturut-turut ini sudah masuk dalam kalender nasional sehingga sangat disayangkan jika tidak dilaksanakan.

"Seharusnya ada komunikasi antara Kementrian Pariwisata dengan pemerintah kota, kenapa event ini sampai dibatalkan," ucapnya.

"Event dan promosi itu harus tetap jalan, kalau event ini tidak digelar apa alternatifnya?," tutupnya bertanya.

(Baca juga: Pembatalan Event Makassar F8 Harus Melalui Pembahasan DPRD)



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif