alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Diperiksa 4 Jam, Andi Sudirman Sulaiman Tegaskan Sudah Clear

Muhaimin Sunusi
Diperiksa 4 Jam, Andi Sudirman Sulaiman Tegaskan Sudah Clear
Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat menghadiri panggilan Panitia Hak Angket DPRD Sulsel. Foto: Sindonews/Muhaimin

MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman hadir sebagai terperiksa pada sidang lanjutan Hak Angket yang berlangsung di lantai delapan Gedung DPRD Sulsel, Senin (22/7/2019).

Sesuai kesepakatan terperiksa dan Panitia Hak Angket, sidang berlangsung tertutup. Andi Sudirman dicecar pertanyaan sekira empat jam. Salah satunya mengenai polemik Surat Keputusan (SK) 193 untuk pejabat eselon III beberapa waktu lalu.

Wagub Sulsel Andi Sudirman menegaskan, bahwa seluruh persoalan di Pemprov Sulsel sudah selesai. Baik itu mengenai dugaan dualisme dan juga polemik SK 193.



“Tidak ada dualisme. SK Sudah clear semua. Saya sudah jelaskan bahwa tidak ada dualisme, SK sudah diselesaikan semua,” katanya usai menjalani persidangan.

Soal dugaan kerugian negara, Andi Sudirman menyebut bahwa persoalan itu tidak ada kaitannya dengan Sidang Hak Angket ini. Dia juga mengatakan, bahwa hal tersebut tidak ditanyakan dalam sidangnya.

“Tidak ada persoalan itu. Muaranya kan soal SK dan sudah diclearkan oleh KPK, Kemendagri dan kemudian beberapa rekomendasi dari kementrian,” pungkasnya.

Wakil Ketua Pansus Hak Angket, Arum Spink mengapresiasi kehadiran Wagub Sulsel pada sidang ini. Dia menyebut Andi Sudirman terbuka dan tak ada yang ditutup-tutupi.

“Hal yang lain ialah bahwa bapak wakil gubernur cukup terbuka dan kami sangat mengapresiasi. Beliau sangat kooperatif dalam menjawab semua pertanyaan,” katanya usai sidang.

Dari hasil sidang ini, Pipink mengaku bahwa Pansus mendapatkan sejumlah informasi baru. Fakta persidangan itu pun, kata dia, membuat Tim panitia Hak Angket terkejut.

“Jadi kita mempertanyakan sejumlah hal yang selama ini dipertanyakan baki itu SK 193 dan lain-lain. Dan sejumlah pernyataan cukup mengejutkan bahwa ketika dikonfirmasi ke Wagub, bahwa SK 193 itu disodorkan oleh kepala BKD (Asri Sahrun). Jadi kemudian kalau selama ini terbantah kalau selama ini BKD tidak tahu, itu terbantah dengan pernyataannya pak Wagub. Bahwa justru kepala BKD yang mengantarkan,” tuturnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook