alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

KPU Makassar Rampungkan Penyusunan Anggaran Pilwalkot 2020 Hari Ini

Muhaimin Sunusi
KPU Makassar Rampungkan Penyusunan Anggaran Pilwalkot 2020 Hari Ini
Salah seorang operator Sistem Perhitungan di KPU Makassar saat Pemilu April 2019 lalu. KPU Makassar berencana merampungkan finalisasi anggaran Pilwalkot Makassar 2020 hari ini. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman

MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar terus menggodok penyusunan anggaran penyelenggaraan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020. Jika tak menemui kendala, rancangan anggaran itu akan difinalisasi hari ini.

“Sebenarnya hari ini (kemarin) harusnya, cuma karena ada kegiatan ini (rapat evaluasi kinerja). Jadi besok (hari ini) sudah finalisasi. Jadi sekarang rinciannya sudah kelihatan. Tinggal dihimpun dan kelihatan angkanya besok (hari ini),” beber Ketua KPU Makassar, Farid Wadji di salah satu cafe di Makassar, Selasa (23/7/2019).

Menurut Farid, finlisasi anggaran itu harus segera dilakukan karena akan dimasukkan ke pemerintah dan Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) dalam waktu dekat, menyusul pembahasan anggaran perubahan yang sudah dekat.



Farid pun memastikan anggaran KPU Makassar untuk Pilwalkot 2020 jauh lebih besar dari yang sebelumnya. Namun dia masih enggan membocorkan angkanya.

“Tahun lalu itu Rp60 miliar, tahun ini pasti lebih besar. Tapi mudah-mudahan (dibawah Rp100 miliar). Saya juga belum mau menyebutkan angkanya kalau belum finalisasi,” katanya.

Dia menjelaskan, anggaran di atas Rp60 miliar tersebut akan mengakomodir sebanyak tujuh pasangan calon (paslon). Empat paslon dari partai politik (parpol) dan tiga dari pasangan perseorangan.

“Yang sulit diprediksi ialah pencalonan perseorangan. Dampaknya ialah verifikasi dukungan. Nah itu yang mahal karena verifikasinya sulit. (Kami lihat) ada beberapa perseorangan yang akan muncul. Prediksi kami tujuh paslon. Asumsinya empat parpol dan tiga perserorangan. Tapi itu masih bisa berubah,” paparnya.

Membengkaknya anggaran Pilwalkot 2020, juga dipengarungi dengan belanja-belanja logistik, khususnya pembaharuan kotak suara. Dia menyebutkan, kotak suara saat ini sudah tidak layak pakai sehingga perlu peremajaan. Belum lagi kotak suara itu merupakan bekas pada Pemilu 2014 lalu.

“Di samping itu, Pilkada 2018 itu bersamaan dengan Pilgub. Sehingga ada sharing budget antara Pemprov dan Pemkot. Nah sekarang tidak, (Pemkot) sendiri, jadi dampaknya ditanggung sendiri oleh pemerintah kota,” bebernya.

Sementara itu, KPU kabupaten dan kota lainnya telah lebih dulu mengajukan rancangan anggaran ke pemerintah setempat. Seperti KPU Selayar, Gowa dan Bulukumba. KPU Selayar menganggarkan Rp20 miliar untuk Pilkada 2020 mendatang. Jumlah tersebut akan mengakomodir empat paslon.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook