TOPIK TERPOPULER

Makassar Dapat Jatah Vaksin Covid-19 Terbanyak di Sulsel

Syachrul Arsyad
Makassar Dapat Jatah Vaksin Covid-19 Terbanyak di Sulsel
Seorang warga saat melakukan swab untuk mengidentifikasi Virus Covid-19 di Makassar. Foto: Sindonews/dok

MAKASSAR - Pemerintah pusat mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 Sinovac ke tiap provinsi di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel). Program vaksinasi rencananya bakal dilakukan secara serentak mulai 14 Januari mendatang.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengaku, sebagai tahap awal program vaksinasi Covid-19 akan menyasar tenaga kesehatan (nakes). Kebijakan ini sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo.



"Pokoknya kita dahulukan dulu (sesuai) arahan Presiden (diutamakan) nakes dulu," sebut Nurdin usai memimpin rapat kerja evaluasi kegiatan 2020 dan rencana program tahun 2021 lingkup Pemprov Sulsel di kantor Gubernur Sulsel, Senin, (04/1/2021).

Baca Juga: Dini Hari Tiba di Bali, Vaksin COVID-19 Dijaga Ketat Polisi Bersenjata Laras Panjang

Nurdin berharap, vaksinasi Covid-19 bisa berjalan lancar. Dia mengaku, dirinya pun siap divaksin. Hanya saja, mesti mendahulukan tenaga kesehatan dan masyarakat sesuai arahan pemerintah pusat.

"Pokoknya kita itu pemimpin selalu belakangan. Didahulukan dulu masyarakat. Masa kita dulu selamatkan diri," imbuh dia.

Sembari menunggu vaksin Covid-19 didistribusikan, Pemprov Sulsel pun telah melakukan berbagai persiapan. Kata Nurdin, mempersiapkan data klinis warga untuk pelaksanaan vaksinasi.



"Sekarang kita udah persiapin data klinis. Karena tidak sembarangan orang bisa divaksin. Jadi ada beberapa kriteria yang harus disiapin," imbuh Nurdin.

Upaya pengendalian laju penularan Covid-19 disebut Nurdin masih menjadi fokus utama tahun ini. Apalagi dia mengakui, efek pandemi tidak hanya berdampak besar pada masalah urusan kesehatan, namun juga mengguncang perekonomian.

Dikatakan, kasus positif Covid-19 cenderung mengalami kenaikan belakangan ini. Namun hal itu dianggap sebagai bagian dari upaya tracing dan testing masif yang dilakukan pemerintah melalui Satgas Covid-19.

Sebelumnya, pemeriksaan diagnosis Covid-19 hanya mencapai 1.200 spesimen. Namun kini meningkat menjadi sekitar 4.000 pemeriksaan spesimen tiap harinya.

Baca Juga: Ahli: Vaksin Covid-19 Mungkin Harus Terus Diperbarui

"Saya sampaikan kepada kita semua jangan risau melihat peningkatan kasus. Kita harus gembira karena kita mampu menekan tracing kontak secara masif. Semakin banyak orang yang terkena, semakin banyak orang yang diisolasi, itu semakin cepat kita dapat tracing kontak," urai Nurdin.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari mengungkapkan, Provinsi Sulsel mendapat jatah sebanyak 66.640 unit vaksin Covid-19 dari pusat. Penyalurannya bertahap, sebagai awal sekitar 30.000 unit lebih dulu. Sementara sisanya diharapkan rampung tersalurkan sebelum tanggal 14 Januari.

"Insyaallah, di-launching pada tanggal 14 Januari 2021 ini. Yang sasarannya untuk tahap pertama tenaga kesehatan. Khusus Sulsel itu jumlah vaksin yang akan diberikan kepada kita 66.640 unit. Jenis vaksinnya yang ditetapkan Sinovac," beber Ichsan.

Sementara dari puluhan ribu vaksin itu, lanjut dia, jatah di tiap kabupaten/kota akan berbeda. Salah satu pertimbangannya, tergantung banyaknya tenaga kesehatan yang jadi sasaran vaksinasi di tiap daerah.

Berdasarkan data Dinkes Sulsel, Kota Makassar mendapat jatah alokasi vaksin Covid-19 terbesar sebanyak 15.355. Disusul, Kabupaten Pangkep 3.151, kemudian Bone 2.775, lalu Wajo 2.385, dan Sidrap 2.269 vaksin Covid-19.

Baca Juga: Ibu Hamil dan Menyusui Dilarang Suntik Vaksin Corona

"Tentatif jumlahnya (di tiap kabupaten/kota). Artinya bisa berkurang, bisa bertambah. Karena sistem pendaftaran yang akan diberikan vaksinasi secara online mandiri. Jadi tenaga kesehatan mendaftar. Termasuk saya sudah mendaftar," sambungnya.

Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan di pusat pelayanan kesehatan yang tersebar di Sulsel, baik di rumah sakit dan puskemas. Ada sekitar 1.099 vaksinator dari tenaga medis dan administrasi yang telah dilatih selaku petugas pemberi vaksin.

"Prosedurnya itu orang yang mau divaksin masuk dulu, kemudian di-thermogun. Kemudian diperiksa pendaftarannya kan pakai online ya. Lalu diedukasi, diperiksa kesehatannya, kemudian divaksinasi. Setelah itu tahap terkahir observasi selama 30 menit, apakah ada efek lain yang terjadi," urai Ichsan.

Kendati begitu, Ichsan meminta masyarakat tidak khawatir dengan vaksin Covid-19. Apalagi penyiapannya sudah melalui berbagai uji klinis oleh pemerintah pusat.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Ditentukan Keberhasilan Distribusi Vaksin

Pihaknya pun sudah mengusulkan penambahan satu unit cold room sebagai wadah khusus penyimpanan khusus vaksin. Sementara di tiap daerah, kata Ichsan, pun diminta mempersiapkan fasilitas serupa, meski cuma refrigerator/kulkas vaksin saja.

"Makassar kemungkinan akan dapat bantuan coldroom juga, karena memang besar kan (kuota vaksinnya)," imbuhnya.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!