alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tingkatkan Kualitas SDM, FEB UMI Mutakhirkan Kurikulum

Marhawanti Sehe
Tingkatkan Kualitas SDM, FEB UMI Mutakhirkan Kurikulum
Seminar dan lokakarya bertajuk Pemutakhiran Kurikulum Berbasis KKNI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia (UMI). Foto: SINDOnews/Marhawanti Sehe

MAKASSAR - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar seminar dan lokakarya bertajuk Pemutakhiran Kurikulum Berbasis KKNI dalam rangka meningkatkan daya saing lulusan di era revolusi industri 4.0.

Kegiatan yang diikuti oleh dosen, pejabat struktural FEB UMI, serta pimpinan laboratorium berlangsung di Hotel Denpasar jalan Boulevard, Minggu 28 dan 29 Juli 2019 ini.

Dekan FEB UMI, Prof Mahfud Nur Najamuddin saat pembukaan acara tersebut mengatakan, seminar dan lokakarya ini merupakan langkah konkret yang dilakukan oleh FEB UMI dalam menyikapi perkembangan dunia pendidikan utamanya dalam menghadapi revolusi industri 4.0.



Menurut dia, sangat penting untuk mendesain kurikulum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh FEB UMI, baik dosen maupun mahasiswa sehingga ke depan bisa bersaing secara global dan internasional. Misalnya saja, penambahan mata kuliah bahasa inggris bisnis I dan II.

"Tujuan pelaksanaan ini tidak lain yaitu bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya kita baik sumber daya dosen terutama luaran mahasiswa nanti bisa berkompetensi. Kita harus mendesain kurikulum sesuai dengan visi dan misi UMI yang unggul dan berdaya saing serta berbasis syariah," katanya.

Selain itu, Prof Mahfud juga mengumumkan adanya perubahan nama yang tadinya hanya Fakultas Ekonomi menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Perubahan tersebut disertai dengan penambahan kurikulum yang terkait dengan aktivitas bisnis.

"Kita melakukan pemutakhiran kurikulum ini. Kita juga memperhatikan KKNI yang akan dibentuk dan kita bicarakan. Disamping kurikulum kita ikutkan kegiatan ini merancang rencana pembelajaran semester. Kita harap kegiatan ini bisa memberikan manfaat baik untuk dosen terutama untuk mahasiswa," katanya

Wakil Rektor I Bidang Akademik UMI, Hanafi As'ad di kesempatan yang sama, mengatakan pemutakhiran kurikulum adalah budaya akademik dengan melakukan peninjauan terhadap kurikulum empat atau lima tahun sekali.

Tapi, melihat fenomena perkembangan industri yang sangat cepat saat ini menuntut untuk dilakukannya pemutakhiran kurikulum lebih sering, bahkan jika memungkinkan bisa dilakukan setiap bulan, agar tetap sesuai dengan era industri.

Dia mencontohkan perjalanan revolusi industri 1 dan 2 serta 3 membutuhkan waktu hingga 100 tahun. Berbeda dengan revolusi industri 4.0 yang hanya membutuhkan waktu sekitar 12 tahun atau hampir sepuluh kali lebih cepat.

"Bagaimana dengan revolusi industri berikutnya? Mungkin nanti tidak akam cukup sampai 12 tahun. Kalau kita komitmen, mutakhirkan kurikulum dan bisa disesuaikan dengan era industri dan implementasikan dalam pembelajaran," tutupnya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook