alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dituduh Santet Keluarganya, Ponakan Tebas Tante Hingga Kritis

Asrianto Suardi
Dituduh Santet Keluarganya, Ponakan Tebas Tante Hingga Kritis
Korban pemarangan saat dirawat di UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar, Selasa, (30/07/2019) Foto: Sindonews/Asrianto Suardi

POLMAN - Kasus pemarangan terjadi di Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 16:00 Wita.

Pelaku merupakan seorang remaja yang diketahui bernama Aswin (21) yang tak lain merupakan ponakan dari korban yang bernama Arti (50) seorang ibu rumah tangga.

Kasat Reskrim Polres Polman AKP Syaiful Isnaneni mengungkapkan, bahwa motolitf pemarangan ini adalah pelaku Aswin menaruh curiga terhadap korban Arti yang menduga melakukan santet terhadap keluarganya, sebab dalam rentetan waktu yang tidak beberapa lama, sebanyak tiga orang keluarga pelaku meninggal dalam waktu yang hampir bersamaan.



Pertama kata Kasat, tante pelaku bernama Nur Amilah meninggal, lalu menyusul ibunya, dan terakhir bapak pelaku.

"Jadi pernah ada keluarganya ini si pelaku yang kesurupan. Saat kesurupan, ia yang mengaku dirasuki oleh penguasa Ratu Pantai Selatan dan mengaku akan menghabisi seluruh keluarganya. Nah, berawal dari situ, pelaku ini menuduh korban yang menyantet keluarganya. Apalagi baru-baru meninggal bapaknya dua hari yang lalu," jelasnya.

Kronologis kejadian, diuraikan oleh Kasat Reskrim berawal saat pelaku sedang membeli minuman dingin di salah warung yang tidak jauh dari rumahnya. Saat sedang membeli, pelaku melihat korban sedang duduk-duduk di warung tersebut. Pelaku lalu kembali ke rumah mengambil sebilah parang dan kembali ke warung tersebut.

Pelaku langsung menebas korban pada bagian kepala. Korban sempat menangkis tebasan parang tersebut, namun pelaku kembali menebas korban sebanyak tiga kali.

"Katanya saat bertemu pelaku di warung, ada semacam bisikan untuk menghabisi korban," kata Kasat Reskrim AKP Syaiful.

Namun di sisi lain, polisi juga masih mendalami motif lain, sebab ada dugan juga kasus ini dipicu oleh persaingan bisnis ayam antara keluarga pelaku dan keluarga korban yang sama-sama pedagang ayam.

"Suami korban ini bernama Pua' Dayak adalah penjual ayam dan keluarga pelaku juga penjual ayam," ungkapnya.

Usai menebas korban, pelaku langsung kabur dan membuang barang bukti di atas atap salah satu rumah warga. Pelaku lalu bersembunyi di rumah temannya. Namun akhirnya berhasil diamankan polisi.

Sementara itu, korban sendiri langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar. Korban menjalani perawatan medis di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Kondisi korban mengalami luka parah di bagian tangan kanan yang terputus dan luka terbuka memanjang di bagian dahi sehingga bola keluar dan pecah.

"Rencananya korban akan di operasi sebentar," kata salah satu petugas medis yang enggan menyebutkan namanya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook