alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Danny Pomanto Turunkan Survei Ukur Popularitas dan Elektabilitas

Muhaimin Sunusi
Danny Pomanto Turunkan Survei Ukur Popularitas dan Elektabilitas
Moh Ramdhan Danny Pomanto saat menghadiri Rakor dan Evaluasi partai Nasdem. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Sejumlah figur bakal calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Walo Kota Makassar sudah getol melakukan pergerakan dalam Pilkada 2020. Dari membangun komunikasi dengan partai politik, hingga melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Namun, hal ini berbeda dengan Mohammad Ramdhan "Danyy" Pomanto. Balon Wali Kota Makassar ini mengaku masih melakukan pendekatan wait and see.

Sebagai mantan Wali Kota Makassar periode sebelumnya, Danny Pomanto tak ingin terburu-buru. Dia tak masalah jika figur lain sudah mengambil start duluan, mulai dari turun sosialisasi hingga melobi partai politik (Parpol).



“Kalau orang baru memang harus begitu. Dia harus lebih duluan dari pada kita-kita. Karena perlu dikenal di Masyarakat. Jadi kita pilih wait and see. Seperti apa selera masyakat, bergeser ke mana. Kita harus lihat dan kita harus baca (kondisinya),” ucapnya saat ditemui di Hotel Claro Makassar, Rabu (31/7/2019).

Kader Nasdem ini mengatakan komunikasinya dengan Parpol tetap berjalan. Namun hanya sebatas silaturahm. Belum masuk dalam rana melobi dukungan untuk Pilwalkot 2020.

“Semua Parpol kita silaturahmi. Di setiap momen kadang-kadang kami ketemu. Kami bincang-bicang tapi belum bicara soal politik,” tuturnya.

Figur yang identik dengan sebutan Anak Lorongna Makassar ini juga mengaku, dirinya sekarang tetap menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Dia menyebut silaturahminya dengan warga Makassar tak berbeda ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

Di sisi lain, Danny Pomanto menyebut soal rencana mengukur popularitas dan elektabilitas dirinya dengan survei. Itu dilakukan Danny Pomanto dalam waktu dekat ini.

“Kita harus survei, tidak boleh kita GR. Politik itu tidak boleh GR. Hari ini orang suka, besok belum tentu. Hari ini orang tidak suka, belum tentu juga tidak suka kita besok. Jadi harus terukur karena suasana berbeda, kondisi berbeda dan tuntutannya juga berbeda,” paparnya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook