alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Oknum Polisi di Bulukumba Diduga Pukuli Anak di Ruang Penitipan

Eky Hendrawan
Oknum Polisi di Bulukumba Diduga Pukuli Anak di Ruang Penitipan
Korban pemukulan di ruang penitipa anak di Polres Bulukumba memperlihatkan bekas memar di beberapa bagian tubuhnya. Foto: Istimewa

BULUKUMBA - Aksi berutal diduga dilakukan oknum anggota Polres Bulukumba dengan melakukan penyiksaan terhadap remaja berinisial DTN (17). Akibatnya DTN harus merasa kesakitan dengan luka memar yang didapatkannya di bagian lengan tangannya saat sedang berada di ruang penitipan anak, Sabtu, (3/08/2019).

Berdasarkan keterangan korban, dirinya mengalami penyiksaan oleh Aiptu Ilyas dan Brigadir A Masba, saat menjalani masa penitipan di Polres Bulukumba. Diaz dititip oleh orang tuanya, Muhammad Aris (49) lantaran diduga melakukan aksi pencurian handphone, Jumat, (2/08/2019) lalu.

Penyiksaan terhadap korban diketahui Aris (orang tua korban) saat dirinya menjenguknya di ruang penitipan anak. Aris mendapati anaknya dalam kondisi terbaring lemas dan kesakitan akibat siksaan yang mengakibatkan korban mengalami luka memar pada bagian lengan tangan kanan dan betis bagian kanan.



"Saya dapat anak saya terbaring kesakitan karena disiksa oleh oknum polisi. Saya tahu waktu saya jenguk dan membawakan anak saya nasi untuk dimakan, ternyata dia dipukuli," kata Aris, Minggu, (4/08/2019) setelah melaporkan kejadian tersebut di Propam Polres Bulukumba.

Aris menerangkan bahwa pada saat dirinya menjenguk, anaknya terus menangis karena kesakitan akibat siksaan. Padahal pada saat dititip Jumat, 2 Agustus lalu, kondisinya baik tanpa ada bekas memar akibat siksaan. Korban pun mengakui jika dirinya mendapat siksaan oleh tiga orang oknum polisi.

"Padahal hari Jumat waktu saya titip di Polres keadaannya baik, anakku langsung ngaku sama saya bahwa polisi yang pukul. 3 orang datang atas nama Aiptu Ilyas dan Brigadir A Masba yang satunya tidak diketahui namanya," ungkapnya.

Pada saat mengetahui hal yang dialami anaknya, Aris yang memutuskan untuk melakukan visum. Hanya saja, keinginan itu tidak mendapat persetujuan dari pihak kepolisian dengan alasan bahwa kunci ruangan penitipan anak tidak ada.

"Jadi waktu saya mau bawa anak saya visum untuk melaporkan apa yang dialaminya, malah tidak mendapat izin dengan alasan kalau kunci ruang penitipan tidak ada. Apakah layak seorang anak dipukuli seperti ini," keluhnya.

Aris mengatakan, jika saat ini anaknya masih berada di ruang penitipan anak Polres Bulukumba. Dirinya tidak lagi dizinkan untuk bertemu dengan anaknya lantaran dirinya keberatan dengan aksi pemukulan tersebut.

"Saat ini anakku masih ada di ruang Jatanras Polres Bulukumba. Waktu saya ingin membawakan makanan, polisi yang berjaga sudah tidak memberikan izin karena saya keberatan atas pemukulan terhadap anak saya," ungkapnya.

Akibat perlakuan tersebut, Aris secara tegas akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Dirinya bahkan rela jika anaknya menjalani proses hukum akibat perbuatannya, hanya saja dirinya tidak menerima anaknya diperlakukan seperti binatang.

"Saya kan sudah serahkan anakku untuk diproses guna untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, tapi jangan kemudian saya punya anak dipukuli seperti binatang, pokoknya saya tidak terima dan saya akan segera melaporkan perbuatan oknum polisi tersebut ke pihak terkait, dan saya berharap pelaku oknum polisi agar diproses sesuai hukum yg berlaku," tegasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook