alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Diancam Impeachment, Nurdin Abdullah Tak Gentar Bersih-bersih Pejabat

Tim Sindonews
Diancam Impeachment, Nurdin Abdullah Tak Gentar Bersih-bersih Pejabat
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah. Foto: SINDOnews

MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah mengaku tak gentar jika diancam impeachment gegara bersih-bersih pejabat di lingkungan Pemprov Sulsel yang diduga atau diindikasikan terlibat korupsi.

"Bagi saya clean goverment dan good goverment itu memang harus ditegakkan. Saya tak gentar, jika ada pihak-pihak yang tak senang dengan tindakan saya melakukan bersih-bersih, diam-diam melakukan kasak kusuk dengan pihak DPRD ataupun pihak manapun, berusaha menjatuhkan saya," dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (4/7/2019).

Ia mengaku, tak gentar untuk melakukan bersih-bersih di lingkungan pemprov Sulsel, meskipun dibayang-bayangi ancaman impeachment atau pemakzulan dari Pansus Hak Angket DPRD Sulsel.



Seperti diketahui, ada lima poin pertanyaan yang diajukan Ketua Pansus Hak Angket DPRD Sulsel, Kadir Halid. Pertama, adanya dugaan dualisme kepemimpinan antara Gubernur Nurdin Abdullah dengan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Kedua, adanya pelantikan 193 pejabat yang SK-nya ditandatangani Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Ketiga, adanya dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Keempat adanya dugaan pelanggaran atas pencopotan Biro Pembangunan Setda Pemprov Sulsel, Kepala Biro Umum, dan Kepala Inspektorat Pemprov Sulsel.Yang kelima, adanya dugaan kurangnya sarapan anggaran APBD Pemprov Sulsel tahun anggaran 2019.

Menjawab tudingan-tudingan Pansus Hak Angket tersebut, NA dengan lugas memaparkan alasannya.
 
Tentang poin pertama, NA mengaku, tidak ada dualisme dalam kepemimpinannya. Poin kedua, mengenai pelantikan 193 pejabat tersebut tanpa sepengetahuan dirinya sebagai orang nomor satu di Sulsel, dikarenakan, pada saat itu dirinya sedang menjalani ibadah umroh di Mekah.

Poin ketiga, alumni Unhas Makassar ini menyampaikan seluruh keluarganya tidak ikut terlibat dalam dugaan KKN tersebut. Bahkan sejak awal dirinya menjabat sebagai Gubernur Sulsel sudah menyampaikan kepada seluruh keluarga besar agar tidak terlibat bermain proyek.

"Saya sudah berkomitmen untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, jadi saya tegaskan kepada seluruh keluarga tidak terlibat," jelasnya. 

Adapun terkait poin keempat, alumni fakultas Kehutanan Unhas Makassar ini menyampaikan secara tegas bila pencopotan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel memiliki dasar yang kuat.

"Kami lakukan pencopotan sudah ada LHP (Laporan Hasil Pemeriksaana)," tandas Nurdin Abdullah.

Sedangkan tentang poin kelima, Nurdin Abdullah mengaku, penyerapan anggaran sudah berjalan dan sejumlah proyek sudah ada progres dengan lancar sesuai harapan bersama.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook