alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Demo Tolak Harga Ganti Rugi Lahan Rel KA di Pangkep Nyaris Ricuh

Muhammad Subhan
Demo Tolak Harga Ganti Rugi Lahan Rel KA di Pangkep Nyaris Ricuh
Mahasiswa dari berbagai kampus dan tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiwa (IPPM) Pangkep bersama warga menggelar demo menolak harga ganti rugi lahan rel kereta api. Foto: Sindonews/Muhammad Subhan

PANGKEP - Puluhan mahasiswa bersama pemilik lahan menggelar unjuk rasa menolak harga ganti rugi lahan. Aksi yang dimulai di perempatan depan taman Musafir Jalan Sultan Hasanuddin, Pangkep ini nyaria ricuh saat mahasiwa hendak membakar ban, Rabu, (07/08/2019). Beruntung kedua belah pihak bisa menahan diri sehingga tak terjadi bentrokan.

Dalam aksinya mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus dan tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiwa (IPPM) Pangkep ini menegaskan, akan bersama para pemilik lahan untuk nemperjuangkan nilai ganti rugi yang layak.

Salah seorang pemilik lahan, Muhajir yang juga warga Desa Kabba, Kecamatan Minasatene mensinyalir ada permainan di balik penetapan harga lahan yang mereka nilai murah. Ia menegaskan tim appraisal atau penaksir nilai tanah tak pernah bermusyawarah dengan warga soal nilai ganti rugi.



"Kami mau bertemu tim appraisal dan BPN. Kenapa penetapan harga lahan kami ini seenaknya saja tanpa musyawarah sama pemilik lahan," kata Muhajir.

Nilai ganti rugi yang jauh dibawah informasi awal juga disayangkan warga. "Katanya ganti rugi bisa sampai Rp450 ribu permeter. Tapi nyatanya, sawah kami yang panen dua kali setahun dihargai hanya puluhan ribu saja. Kami menolak," lanjutnya.

Ketua IPPM Pangkep, Wahyu Rifki menduga ada makelar tanah yang bermain di Kabupaten Pangkep, dalam rangka pembebasan tanah lahan KA tersebut.

“Kami menduga ada makelar tanah yang bermain di Pangkep, Sebab semuanya terkesan tertutup. Tim appraisal juga tidak bertemu dengan pemilik lahan. Pembebasan lahan ini sangat mendzalimi hak-hak masyarakat,” pungkasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook