alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Dalami Dugaan Korupsi Dana Desa Kindang & Bonto Baji

Eky Hendrawan
Polisi Dalami Dugaan Korupsi Dana Desa Kindang & Bonto Baji
Polres Bulukumba sedang menyidik kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Kindang dan Bonto Baji. Foto : Istimewa

BULUKUMBA - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan Dana Desa Kindang Kecamatan Kindang dan Desa Bonto Baji Kecamatan Kajang. Pengusutan kedua kasus itu sudah masuk tahap penyidikan.

Untuk Desa Kindang, penyidik Tipikor Polres Bulukumba mendalami dugaan penyalahgunaan anggaran Bantuan Dana Desa (BDD) tahun 2017-2018 untuk pembangunan proyek fisik Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Lapangan sepakbola yang mencapai Rp1,9 miliar.

"Jadi ada dugaan penyalahgunaan dana desa atas pembangunan TK dan lapangan sepakbola. Dimana pekerjaan ini belum rampung tapi anggarannya sudah dicairkan 100 persen," terang Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan, Kamis (8/8/2019).



Dalam kasus tersebut, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi. Di antaranya yakni tim pengelola, bendahara dan sekretaris desa. Sedangkan kepala desa baru akan dilakukan pemanggilan beberapa hari kedepan.

"Sudah ada beberapa saksi yang sudah kami periksa dan nanti kita akan periksa juga kepala desanya beberapa hari kedepan. Termasuk pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terkait akan kita periksa juga," kata Syamsu.

Sementara Desa Bonto Baji Kecamatan Kajang, penyidik Tipikor Polres Bulukumba juga tengah mendalami dugaan tindak pidana korupsi penggunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016-2018 untuk pembangunan proyek fisik dengan jumlah anggaran mencapai Rp2,5 miliar lebih.

"Desa Bonto Baji juga saat ini sementara kita dalami, tapi belum bisa kami ekspos kerugian negaranya karrna masih tahap lidik dan pengumpulan keterangan," tambah Syamsu.

Kepala Unit Tipikor Polres Bulukumba, Bripka Ahmad Fatir, mengungkapkan bahwa unit yang dibawahinya terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi. Salah satu kasus yang telah dituntaskan yakni korupsi PPI Bonto Bahari yang mendudukkan lima orang tersangka.

"Kasus PPI Bonto Bahari yang sudah selesai dan tersangkanya ada 5 orang dan Pengadilan Tipikor Makassar sudah menjatuhkan vonis kepada kelimanya," katanya.

Kasus pembangunan jalan Lapis Aspal Beton (Laston) di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bontobahari tahun 2015 kepolisian menetapkan lima orang tersangka diantaranya Muh Israjuddin selaku PPK, Fitriadi Akhmad selaku rekanan, H Amry selaku PPTK/Ketua Pokja, A Syahrul selaku Kons Pengawas dan Muh Arfa alias Ollang selaku pemilik pekerjaan.

Kelima tersangka di jerat hukum sesuai UU RI No. 31 tahun 1999 pasal 2 dan pasal 3, dan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi serta pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Dimana dalam kasus tersebut negara dirugikan hingga Rp783 juta lebih.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook