alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bank Indonesia Fokus Dorong Ekonomi Digital dan Syariah

Marhawanti Sehe
Bank Indonesia Fokus Dorong Ekonomi Digital dan Syariah
Pemaparan pertubuhan ekonomi Sulsel pada Triwulan II Bank Indonesia Provinsi Sulsel. Foto: SINDOnews/Marhawanti Sehe

MAKASSAR - Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Endang Kurnia Saputra menyebut pertumbuhan ekonomi Sulsel pada Triwulan II sangat positif. Yakni 7,46 persen yoy, diiringi tingkat inflasi yang terjaga sebesar 2,27 persen.

Melihat kondisi tersebut, Endang Kurnia, saat Press Realese di Grid and Pull Jalan Andi Mappanyukki, Kamis (8/8/2019) mengatakan, untuk menjaga pertumbuhan tersebut, BI Sulsel akan melakukan beberapa upaya diantaranya mendorong ekonomi digital dan ekonomi syariah.

Menurut Adang, sapaan akrabnya, ekonomi masa depan akan berlangsung secara digital yang ditopang oleh berbagai platform sehingga harus didukung oleh inovasi keuangan digital utamanya finance technology (fintech).



"UMKM binaan kita harapkan bisa direplikasi UMKM lain dan kita dorong masuk ke platform digital dan marketplace. Kita sudah bekerjasama dengan tokopedia dan beberapa marketplace lain, bahkan BI sedang membangun sendiri marketplace karena sekarang buka tutup laptop lebih mudah dari buka tutup toko," katanya.

"Misal tenun Sengkang diproduksi di sini bisa dapatkan di seluruh Indonesia," lanjutnya.

Selain itu, kata Adang, hal lain yang perlu mendapatkan perhatian dari BI adalah ekonomi syariah. Dia berharap ke depan para pelaku UMKM dapat memproduksi produk halal mulai dari makanan halal, fashion halal hingga halal tourism. Sebab, hal tersebut bisa memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap devisa negara.

"Kita harus memuliakan ekonomi syariah. This is not about religion, this is about business. Kami sangat sedih Indonesia negara muslim terbesar tapi produk ekspor halal kalah dengan Thailand. Jadi hal ini yang akan kita dorong. Memang tidak singkat, memakan waktu from nothing being something," jelas dia.

Semantara itu, Kepala Group Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah dan Layanan Administrasi Bank Indonesia Sulsel, Iwan Setiawan pada kesempatan yang sama, memaparkan peredaran uang kartal di bulan Juli 2019.

Dia menjelaskan transaksi uang kartal di Sulsel bulan Juli 2019 secara mounth to mounth tercatat cash inflow senilai Rp2,4 triliun. Sedangkan cash outflow tercatat Rp1,66 triliun.

"Artinya uang yang masuk lebih tinggi daripada uang keluar di Sulsel. Maksudnya begini, uang masuk ke Sulsel Rp2, sedangkan uang yang keluar Rp1," katanya.

Selain itu, Iwan memprediksi uang kartal yang beredar menjelang perayaan Idul Adha mendatang tidak akan meningkat signifikan seperti kondisi pada perayaan Idul Fitri lalu. Meski demikian, Iwan mengaku peredaran uang kartal dari BI ke masyarakat telah terencana dengan baik proses pendistribusiannya.

"H-3 Idul Adha relatif dinamikanya beda jauh, kalau Idul Fitri orang pulang kampung karena sudah jadi budaya jadi demand lebih tinggi. Sebetulnya relatif sangat jauh dinamika permintaanya, meskipin H-3 BI sudah terencana," katanya.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook