alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

3 Pengantar Jenazah Pengeroyok Polisi Gowa Ditetapkan Tersangka

iNews.id
3 Pengantar Jenazah Pengeroyok Polisi Gowa Ditetapkan Tersangka
Polres Gowa menetapkan tiga pengantar jenazah sebagai tersangka pengeroyok polisi saat sedang bertugas. Foto : Istimewa

SUNGGUMINASA - Kepolisian Resor (Polres) Gowa menetapkan tiga tersangka pelaku pengeroyokan polisi lalu lintas (polantas) saat sedang bertugas. Ketiga pelaku itu merupakan rombongan pengantar jenazah yang mengamuk saat polantas mengalihkan jalur mereka.

Ketiga pengeroyok polantas itu diketahui merupakan warga Kota Makassar. Masing-masing yakni yakni Muh Ikram Ramadhan (23), Nasrul (28) dan Edi (36). Polres Gowa masih mengejar pelaku lain yang diduga ikut mengeroyok polantas dalam rombongan pengantar jenazah itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiga tersangka mengakui mengeroyok Bripka Ibrahim, seorang polisi yang sedang mengatur lalu lintas di Jalan Usman Salengke, Jembatan Kembar, Sungguminasa. Mereka kesal karena korban menahan konvoi yang dinilai membuat macet.



Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, mengatakan aksi semacam ini biasa terjadi. Massa yang ikut dalam rombongan pengantar jenazah merasa seperti raja jalanan, sehingga kerap bersikap arogan dan tak segan-segan melawan petugas.

"Aksi ini sudah menjadi budaya. Bahkan, seorang anggota kami atas nama Ibrahim mengalami luka-luka akibat aksi pengeroyokan massa pengantar jenazah," kata Shinto, kepada wartawan.

Padahal saat itu, Bripka Ibrahim yang merupakan anggota Satlantas Polres Gowa hanya menahan iring-iringan pengantar jenazah yang melintas di jalur berlawanan arah. Sedangkan mobil ambulans yang membawa jenazah diizinkan tetap melaju.

Namun puluhan rombongan ini menolak dialihkan ke jalur lain. Mereka tiba-tiba turun dari kendaraannya dan menyerang petugas. Karena aksinya itu, Polres Gowa mengamankan mereka dan menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

"Karena ini terkait dengan kewibawaan polisi yang sedang bertugas secara sah. Mereka terancam pasal 214 KUHP," ujar dia.

Polisi mengimbau para rombongan pengantar jenazah agar tidak semena-mena di jalan raya. Selain dapat menganggu arus lalu lintas, aksi mereka juga dinilai membahayakan pengendara lainnya, sehingga mereka tetap harus patuh pada rambu-rambu.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif