alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Warga Pulau Pesisir di Polman Mulai Alami Krisis Air Bersih

Asrianto Suardi
Warga Pulau Pesisir di Polman Mulai Alami Krisis Air Bersih
Warga Polman di Pulau Pesisir saat hendak mengambil air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Foto: Sindonews/Asrianto Suardi

POLMAN - Memasuki musim kemarau, dampak kekeringan mulai dirasakan oleh warga pesisir di Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar.

Sejak kemarau melanda, krisis air bersih mulai melanda wilayah ini. Sumur warga mulai mengering dan tak mengeluarkan air. Untuk mendapatkan air bersih, warga pulau Battoa harus menyeberang menggunakan perahu menuju ibukota Kecamatan yakni menuju Desa Tonyaman. Tak hanya sampai disitu, penderitaan warga belum berakhir disitu, mereka harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyewa perahu.

Sementara untuk mencari sumber air di wilayah Pulau tersebut, warga terpaksa berjalan kaki sejauh satu kilometer menuju sebuah sumur tua yang berada di atas bukit. Sumur tersebut merupakan satu-satunya sumur yang digunakan warga setempat untuk mendapatkan sumber air.



Kejadian ini sudah berlangsung selama dua bulan terakhir. Air yang diambil warga di sumur digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan minum.

Sebenarnya, instalasi air PDAM yang terpasang sudah mengalirkan air ke pulau ini. Namun, air tersebut hanya mengalir sampai ke Dusun tetangga yakni Dusun Lendang dan belum sampai ke Dusun Kapejang.

Program pemasangan instalasi PDAM di Pulau Battoa merupakan bantuan hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Salah satu warga Nasrah mengatakan, bahwa sejak dipasangi instalasi pipa air PDAM, namun tidak mengalir. Warga kecewa dengan pemerintah, dimana seolah-olah tak memperhatikan kondisi mereka.

Hal ini lantaran instalasi PDAM telah dipasang namun air tak kunjung mengalir. ”Sejak dipasang kilometer, airnya tidak pernah mengalir sampai disini. Sudah lama sekali, sudah bertahun-tahun," katanya.

Kepala Dusun Kapejang, Hamid mengatakan warga yang mengambil air di sumur tua harus antri selama 5 jam untuk mendapatkan air sebanyak satu baskom. Ini karena sumber mata air di sumur ini sulit mengeluarkan air. Bahkan warga biasa keluar pulau ke Kampung Tonyaman untuk mengambil air menggunakan perahu.

“Biasanya masih jam 4 subuh, sudah ramai disini. Tolong itu pemerintah turun langsung ke sini lihat penderitaan kami,” katanya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif