alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram, Begini Usulan Dewan

Suwarny Dammar
Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram, Begini Usulan Dewan
Pertamina diminta melakukan close market untuk mengatasi kerap hilangnya penjualan gas elpiji 3 kilogram (kg) di pasaran. Foto: Sindonews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, memberikan usulan close market atau pasar bisa menjadi solusi untuk mengatasi kerap hilangnya penjualan gas elpiji 3 kilogram (kg) dipasaran, yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu.

Usulan tersebut mencuat saat Komisi B DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat dengan mengundang tim TPID Pemprov Sulsel, Pertamina dan Hiswana Migas di Lantai IV, Gedung DPRD Sulsel, kemarin.

Dari pihak pertamina dihadiri Pjs. Domestic Gas Manager Region VII, Nyoman Sumarjaya, sementara Hiswana Migas, dihadiri Ketua DPD VII Hiswana Migas Sulsel, Hasbidin



Menurut Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Jamaluddin Jafar, close market ini memang perlu diterapkan, sama dengan pola penjualan pupuk bersubsidi maupun beras subisidi agar supaya tepat sasaran.

Kalau pola saat ini, kata dia, memberikan peluang semua pihak dapat membeli elpiji 3 kg tersebut meskipun mereka bukan warga kurang mampu.

Bahkan, fakta di lapangan berdasarkan laporan ditemukan adanya pembelian besar-besaran hingga ke pangkalan yang dilakukan oleh mereka yang tak bertanggungjawab.

“Makanya, atas kondisi ini DPRD berharap penerapannya dapat segera dilakukan agar bisa meminimalisir kelangkaan. Karena, stoknya ada dan bahkan kerap ditambah Pertamina,” ujarnya, usai rapat, Senin, (12/08/2019).

Jamaluddin Jafar menuturkan, tak hanya close market, keputusan dalam waktu dekat ini diminta dalam kurun waktu dua minggu kelangkaan segera diatasi. Tujuannya, agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya yang sangat mendesak apalagi masih suasana lebaran.

“Memang betul ada pembelian besar-besaran, makanya langka. Bahkan, ada pangkalan jual ratusan tabung ke pihak tertentu. Ini tidak boleh lagi ada hal seperti itu,” tuturnya.

Pjs Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR VII, Ahad Rahedi mengungkapkan, untuk mengatasi hal ini dibutuhkan peran semua pihak tidak hanya Pertamina, tapi juga Hiswana Migas dan Pemerintah.

Apalagi, kata dia, selama ini stok yang disiapkan Pertamina selalu ada. Malah, buffer stok disiapkan saat terjadi kelangkaan untuk memenuhi kebutuhan, tapi tetap saja tidak cukup.

“Kami selalu siapkan stok, termasuk melakukan Operasi Pasar (OP) dengan operasi penuh. Makanya, kami berharap close market segera diterapkan. Kalau ini berlaku mereka yang tak berhak tak akan mendapatkan, dan ini efektif dilakukan pada penyaluran beras dan pupuk subsidi,” terangnya.

Termasuk, usulan pembentukan pangkalan di satu desa melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) karena dialah yang tahu persis kondisi penduduknya mana yang laik menerima dan tidak.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif