alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tak Masuk Program Legislasi, Panitia Angket DPRD Sulsel Dililit Utang

Muhaimin Sunusi
Tak Masuk Program Legislasi, Panitia Angket DPRD Sulsel Dililit Utang
Sidang hak angket DPRD Sulsel beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews/Muhaimin

MAKASSAR - Panitia hak angket DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kesulitan anggaran. Lantaran tak masuk program legislasi DPRD Sulsel tahun anggaran 2019, hak angket terpaksa harus berutang untuk pelaksanaan persidangan.

Panitia angket memang telah melakukan rangkaian persidangan serta kunjungan ke Jakarta untuk bertemu dengan sejumlah institusi terkait. Namun belakangan diketahui, jika agenda yang telah berjalan itu dibiayai dari anggaran sekretariat DPRD Sulsel yang tidak masuk dalam perencanaan.

Karena tidak masuk dalam perencananaan pembiayaan, maka panitia harus mengganti uang tersebut ke sekretariat DPRD Sulsel. Hal ini dibenarkan oleh Ketua panitia hak angket DPRD Sulsel, Kadir Halid. Panitia menggalang melakukan penggalangan dana lewat sebuah kotak donasi yang ditaruh di kantor DPRD Sulsel.



“Donasi Angket ini penting, kan tidak ada anggarannya. Jadi dana dari Sekwan kita pake. Makanya kita akan kembalikan. Kita minta partisipasi masyarakat Sulsel untuk menyumbanglah, karena ini uangnya Sekwan,” kata Kadir saat ditemui di Gedung DPRD Sulsel, Makassar.

Terkait besarnya anggaran yang harus dikembalikan panitia angket, Kadir mengaku belum merincinya. Namun kata dia, anggaran paling besar yang dikeluarkan ialah saat mendatangkan pakar atau tenaga ahli untuk memberikan keterangan dalam pansus.

Selama proses persidangan, Pansus Hak Angket DPRD Sulsel telah mendatangkan sejumlah tenaga ahli atau pakar. Beberapa diantaranya seperti pakar hukum tata negera Margarito Kamis, pakar otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan, pengamat keuangan Bastian Lubis.

“Jumlahnya saya belum tahu. Kemarin kita datangkan ahli ada Pak Margarito, ada Pak Johermansuah dan lainnya. Para ahli itu dibayar dong. Ada sedikit insentifnya dia dong. Nanti kita gantikan itu yang Sekwan punya,” katanya.

Lantaran Hak Angket DPRD Sulsel masih sementara berjalan, politikus dari Partai Golkar ini menyebutkan bahwa panitia tentu saja masih membutuhkan anggaran. Belum lagi, Kadir menuturkan bahwa panitia akan kembali berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan hasil rekomendasi ke MA maupun KPK jika memang perlu.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook