alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tetapkan 85 Caleg Terpilih, KPU Sulsel Tagih LHKPN Golkar-PKS

Muhaimin Sunusi
Tetapkan 85 Caleg Terpilih, KPU Sulsel Tagih LHKPN Golkar-PKS
KPu Sulsel resmi menetapkan 85 caleg terpilih pada rapat pleno terbuka di Hotel Claro Makassar, Selasa (13/8/2019). Foto: Sindonews/Ilustrasi

MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, akhirnya menetapkan 85 calon legislatif DPRD Provinsi Sulsel terpilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019 lalu.

Penetapan tersebut dilakukan saat rapat pleno terbuka bertempat di Hotel Claro Makassar, Selasa (13/8/2019). Selain itu juga dilakukan penetapan perolehan kursi partai politik (Parpol).

Partai Golkar meraih kursi paling banyak dengan 13 kursi, disusul Nasdem di tempat kedua dengan 12 kursi, Gerindra 11 kursi dan Demokrat 10 kursi. Kemudian PKB, PDIP dan PKS masing-masing meraih delapan kursi, PAN tujuh kursi, PPP enam kursi serta Perindo dan Hanura kompak satu kursi.



Dari 11 dapil di Sulsel, Golkar meraih suara terbanyak dengan 683.444 suara. Di posisi dua Partai NasDem dengan 564.642 suara, dan posisi ketiga Gerindra 538.232 suara. Posisi kelima besar diisi berturut-turut Demokrat dengan 400.151 suara, serta PKS 326.697 suara.

Berikutnya, PKB mengumpulkan 312.486 suara, PDIP 291.160 suara, PAN 314.717 suara, PPP 240418 suara, Perindo 43.726 suara, serta Hanura 41.045 suara.

Ketua KPU Sulsel, Misnah M Attas mengatakan dari 85 caleg terpilih yang telah ditetapkan, tiga diantaranya belum merampungkan berkasnya. Berkas yang dimaksud ialah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari KPK.

“Dari partai Golkar ada dua orang yakni Drs H Ince Langke dan Taqwa Muller juga belum menyampaikan LHKPNnya, yang masing-masing dari Dapil Sulsel 4 dan Dapil Sulsel 11, agar segera menyampaikan kepada kami. Kemudian dari PKS Dapil Sulsel 6 atas nama Muzayyin Arif juga belum menyampaikan tanda terima LHKPNnya dari KPK,” kata Misnah di hadapan seluruh undangan yang hadir.

Dia mengimbau agar partai Golkar dan PKS segera mengintruksikan calegnya untuk segera merampungkan berkas LHKPNnya. KPU Sulsel, kata dia, menerima laporan tersebut paling lambat tujuh hari setelah penetapan.

“Konsekuensinya adalah kami tidak akan mengikutkan dalam pengusulan calon terpilih untuk diterbitkan SKnya sebagai calon terpilih apabila dalam kurun waktu tujuh hari laporan LHKPN dari KPK belum diserahkan tanda terimanya kepada kami di KPU,” tegas Misnah.

Jika nama caleg terpilih tidak masuk dalam daftar yang diusulkan, maka caleg yang bersangkutan tidak akan dilantik bersama caleg lainnya. Artinya caleg yang belum menyetor LHKPNnya terancam terlembat dilantik.

Mantan Ketua KPU Makassar ini menuturkan sudsah jauh hari pihaknya telah mengimbau kepada partai untuk segera mengitruksikan caleg terpilihnya mengurus LHKPN. Namun hingga hari penetapan, masih ada saja tiga caleg terpilih yang belum melengkapi berkasnya.

“Tapi menurut penyampaian dari KPKnya, sebenarnya satu orang Muzayyin sudah ada tanda terima LHKPN dari KPK, tapi belum disampaikan ke KPU Sulsel secara resmi. Kemudian dua lagi sementara dalam pengurusan, tapi belum keluar dan selesai,” paparnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook