alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sering Keluar Rumah Tanpa Izin, Alasan Ammang Bunuh Saharia

Faisal Mustafa
Sering Keluar Rumah Tanpa Izin, Alasan Ammang Bunuh Saharia
Abd Rahman alias Ammang (45), Suami yang tega menghabisi nyawa istrinya Sahria (35) menggunakan balok. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Jajaran tim Resmob Polsek Panakkukang berhasil membekuk Abd Rahman alias Ammang (45), suami yang tega menghabisi nyawa istrinya Sahria (35) menggunakan balok.

Bahkan Ammang mengaku di hadapan polisi nekat menghabisi nyawa Sharia yang sudah pisah ranjang dengannya, karena alasan kerap keluar rumah tanpan izinnya. Penangkapan Ammang dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Roberth Haryanto ketika bersembunyi di rumah orang tuanya Jalan Bontobila 12, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Selasa (13/8/2019) sekitar pukul 11.00 WITA.

Kapolsek Panakukkang, Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan sebelum meninggal korban dianiaya oleh suaminya sendiri pada Senin 12 Agustus 2019 di Jalan Bontobila, Kelurahan Batua, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar dengan menggunakan mengalami sejumlah luka lebam di tubuhnya.



Korban kemudian mengadukan peristiwa yang dialaminya dengan nomor LP/349/K/VIII/2019/Restabes Mks/ Sek Pnk didampingi Bhabinkamtibmas Paropo Brigpol Sirattang.

“Petugas sempat membawa korban ke RS Bhayangkara Makassar untuk divisum. Namun, korban menolak untuk dirawat dan memilih untuk pulang ke rumahnya. Selang sehari, korban mengeluh sakit di bagian badan lalu korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tetapi sesampainya di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Ananda, Selasa (13/8).

Baca Juga : Tragis, Nyawa Sahria Melayang di Tangan Mantan Suaminya

Di hadapan petugas pelaku mengakui telah menganiaya istrinya dengan cara memukul korban menggunakan balok kayu secara berulang-ulang kali di bagian kaki. Bahkan, korban beberapa kali mencoba menangkis pukulan pelaku sehingga tangan dan badan korban mengalami luka serta lebam yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Motifnya karena pelaku cemburu dengan sikap korban. Dimana antara pelaku dan korban ini sudah berumah tangga selama 10 tahun tetapi korban selalu keluar rumah tanpa seizin dan sepengetahuan dari pelaku. Korban marah apabila pelaku menanyakan keberadaan korban sehingga timbul perselisihan sampai pelaku menganiaya korban,” ungkapnya.

Ananda menambahkan, bahwa antara pelaku dengan korban ini sementara dalam proses penceraian. Namun, belum ada putusan dari pengadilan agama. "Saat ini, pelaku sudah kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya.

Atas perbuatannya Ammang dijerat Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook