alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tersangka Perusakan Kantor PN Bulukumba Dilimpahkan ke Kejati

M Reza Pahlevi
Tersangka Perusakan Kantor PN Bulukumba Dilimpahkan ke Kejati
Tersangka kasus pengrusakan Kantor PN Bulukumba dilimpahkan ke Kejati Sulsel. Foto: Ilustrasi

MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel kembali menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti tahap II, atas kasus perusakan kantor Pengadikan (PN) Bulukumba dari penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, Selasa (13/8/2019)

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan, pelimpahan tersangka hari ini merupakan pelimpahan tahap II yang dilakukan Penyidik dari Polda Sulsel.

“Hari ini, penyidik Polda Sulsel menyerahkan ND (16) tersangka pengerusakan kantor PN Bulukumba. ND salah satu tersngka pengerusakan yang masih di bawah umur,” jelas Salahuddin.



ND dijerat pasal 170 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perusakan terhadap barang atau orang. Salahuddin mengemukakan, Pasal 170 ayat 1 KUHP memuat ancaman pidana terhadap pelaku dengan hukuman 5 tahun 6 bulan.

Sebelumnya, pada 8 Agustus 2019 penyidik Polda Sulsel menyerahkan 10 orang tersangka dan barang bukti di kantor Kejati Sulsel. Saat ini berkas dakwaan dari ke 10 orang tersngka tersebut dalam tahap perampungan sebelum dilimpahkan di PN Makassar.

"Minggu lalu sudah ada 10 orang tersangka yang dilimpahkan di Kejati dan resmi menjadi tahanan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hari ini menyusul satu orang tersangka berinisial ND," ujarnya.

Sekedar diketahui, persidangan kasus pembunuhan dengan agenda mendengar keterangan saksi berakhir ricuh di PN Bulukumba, Selasa 11 Juni 2019 lalu.

Keluarga Syahrul (korban pembunuhan), yang berada di Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba, berusaha untuk memukul terdakwa setelah proses persidangan.

Hal tersebut membuat pihak kepolisian yang melakukan pengamanan terlibat aksi saling dorong.

Bahkan, konflik semakin meluas setelah massa melakukan pengerusakan kantor PN Bulukumba.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook