alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Optimalkan Nusantara Sehat, Kemenkes Minta Sinergitas Lintas Sektoral

Syachrul Arsyad
Optimalkan Nusantara Sehat, Kemenkes Minta Sinergitas Lintas Sektoral
Menkes RI Nila Moelek didampingi perwakilan lintas sektor lembaga dan kementerian serta tim Nusantara Sehat berfoto bersama usai dialog interaktif di Hotel Claro Makassar, Selasa (13/8/2019). Foto: Sindonews/Syachrul Arsyad

MAKASSAR - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, meminta kerja sama dan dukungan lintas sektor kementerian dan lembaga lain sebagai upaya menyelesaikan berbagai persoalan dalam menjalankan program pelayanan kesehatan, yakni Nusantara Sehat (NS).

Hal ini dikemukakan Menteri Kesehatan, Nila Moeloek saat menghadiri pertemuan koordinadi tim NS Batch 9, 10, 11 Regional Timur di Hotel Claro Makassar, Selasa (13/8/2019) malam tadi. Kegiatan ini turut dihadiri lembaga dan kementerian yang dinilai mendukung program tersebut.

Diantaranya, Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Kantor Staf Presiden, Bimo Wijayanto, Wakil Menteri ESDM, Archandra Taher, Direktur Layanan TI Untuk Masyarakat dan Pemerintah Kemenkominfo, Danny Januar Ismawan, dan Direltur Pengembangan SDA Kawasan Pedesaan Kemendes, Mulyadi Malik.



"Saya melihat bahwa Nusantara Sehat persoalannya banyak. Karena itu kami ingin membicarakan ini di depan kemneterian lain yang memang harus dirasakan saling bekerjasama," beber Nila yang ditemui selepas acara.

Berbagai persoalan yang menjadi tantangan tim NS ini disebutkan Nila, diantaranya keterbatasan akses jalan, listrik, sinyal komunikasi, hingga transportasi. Dia mengeluhkan, Kemenkes tidak bisa bekerja sendiri untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Diketahui, Nusantara Sehat (NS) merupakan salah satu program Kemenkes untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan memeratakan penyebaran tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, khususnya di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).

Sejak diluncurkan mulai 2015 lalu, Kemenkes sudah menerjunkan total 8.794 orang yang terlibat dalam program pelayanan kesehatan ini hingga Juli 2019 tahun ini.

Sementara dalam pertemuan malam tadi, dihadiri sebanyak 580 tenaga kesehatan yang ikut terlibat dalam program ini. Mereka sengaja diundang untuk berdialog soal kondisi lapangan tempat bertugas dan menyampaikan permasalahan yang menjadi kendala mereka.

"Tentu ada faktor lain yang harus mendukung program ini. Dan kita lihat intervensi mereka bukan untuk pengobatan, tapi juga mengubah perilaku kesadaran kesehatan di masyarakat," tukas Nila.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif