alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pertemuan Pemilik Lahan dengan Tim Appraisal Berakhir Buntu

Muhammad Subhan
Pertemuan Pemilik Lahan dengan Tim Appraisal Berakhir Buntu
Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga bersama mahasiswa menolak harga ganti rugi lahan kereta api di Pangkep. Foto: Sindonews/Muhammad Subhan

PANGKEP - Pertemuan antara ratusan pemilik lahan, DPRD Pangkep dengan BPN serta tim appraisal (penaksi) pengadaan lahan rel KA berakhir buntu, Selasa, (13/08/2019).

Pertemuan ini berlangsung alot para pemilik lahan menuding tim appraisal dan BPN sewenang-wenang menetapkan harga ganti rugi.

Pemilik lahan bersama mahasiswa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pangkep Bersatu menegaskan, akan terus melakukan tekanann kepada pemerintah agar ada negosiasi harga.
"Tidak ada keputusan. Tapi kami akan terus melakukan pressure. DPRD juga mendukung kami," kata Mustafa salah satu warga usai pertemuan, Selasa (13/8/2019).



Anggota DPRD Pangkep, Nurdin Mappiara meminta agar perwakilan BPN serta tim appraisal segera memberikan kepastian kepada warga terkait negosiasi ulang harga ganti rugi. Ia mengatakan, dari pengakuan banyak pemilik lahan diketahui dalam proses penetapan harga tak ada musyawarah antara tim pembebasan lahan dengam warga.

"Masa ada jual beli lahan, pemilik lahan tidak diajak bicara, tidak ada musyawarah. BPN atau tim appraisal harus menjelaskan dasar penentuan harga yang sangat rendah itu," katanya.

Nurdin geram mendengar jawaban Kepala BPN yang menyampaikan bahwa dirinya tidak terlibat dalam penentuan harga.

"Kalau anda sebagai kepala BPN tak bisa menjawab silakan keluar saja dari ruangan. Tak ada gunanya ada disini," ucapnya.

Ketua DPRD Pangkep, Andi Ilham Zainuddin menegaskan akan tetap bersama warga. Dalam waktu dekat ini, DPRD Pangkep bersama muspida akan mengadukan polemik lahan rel KA ini ke DPR RI.

"Kalau dicermati dari tadi, maka kami akan ke DPR RI di komisi yang membidangi Kementerian Perhubungan. Kami akan berupaya memperjuangkan tuntutan negosiasi ulang harga," kata Ilham.

Sementara itu, anggota tim appraisal, Ahmad Syawal menuturkan saat ini tim appraisal sudah dibubarkan karena tugas untuk menaksir harga lahan tersebut sudah selesai. Terkait pengakuan waarga bahwa tak ada musyawarah, ia mengatakan hal tersebut bukan kewenangan tim appraisal.

"Setelah laporan penaksiran harga kami serahkan BPN tugas kami selesai. Kalau soal musyawarah itu bukan wewenang saya musyawarah, tanya panitia pengadaan tanah. Saya hanya konsultan yang dimintai pendapat nilai suatu objek sesuai UU Nomor 2 tahun 2012," jelasnya.

Sebelum pertemuan, warga bersama mahasiswa sempat menggelar aksi demonstrasi didepan taman musafir. Sempat terjadi kericuhan saat mahasiswa membakar ban. Beruntung kedua pihak bisa mengendalikan diri sehingga bentrokan bisa terhindarkan.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif