alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pelatih Barito Sayangkan Keputusan Wasit Beri PSM Hadiah Penalti

Muhaimin Sunusi
Pelatih Barito Sayangkan Keputusan Wasit Beri PSM Hadiah Penalti
Penyerang PSM Makassar Ferdinand Sinaga saat tampil pada lanjutan Liga 1 melawan Barito Putera. Foto: Sindonews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Tim PS Barito Putera harus keluar stadion dengan kepala tertunduk, setelah mereka takluk dengan skor 2-1 dari PSM Makassar pada lanjutan Liga 1 di stadion Andi Mattalatta, Rabu, (14/08/2019).

Pada laga tersebut tuan rumah menang melalui gol adu penalti, setelah Andri Ibo dinilai melanggar Bayu Gatra di area terlarang, sehigga wasit Darma Santoso Gulo memberikan hadiah penalti kepada PSM Makassar pada menit ke 75, hasilya Marc Klok mencetak gol penentu kemenangan Juku Eja dengan skor 2-1.

Setelah sebelumnya tim tamu berhasil menyamakan kedudukan usai Asnawi mencetak gol menit 60 dan Barito Putera membalas pada menit 65 melalui Lucas da Silva.



Pelatih PS Barito Putera, Yunan Helmi menilai timnya sedianya bisa mencuri poin pada laga ini. Andai wasit Darma Santoso Gulo yang memimpin laga tidak memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah.

Menurut Yunan, keputusan wasit Darma menghukum timnya dengan penalti tidak tepat. “Penalti tersebut mungkin wasit membuat keputusan yang salah," tegasnya dalam sesi konferensi pers usai laga.

Yunan menjelaskan, pemainnya Andri Ibo hanya melakukan duel biasa dengan Bayu Gatra di kotak penalti. Bahkan menurut dia, Andri tak menyentuh Bayu secara langsung. Sehingga penalti yang diberikan wasit Darma sedianya tidak sah.

“Jangan sampai sebuah keputusan yang seharusnya tidak salah tapi dianggap salah. Saya pikir keputusan wasit harusnya bisa lebih baik lagi karena posisinya dekat dari kejadian. Andri Ibo juga mengambil bola dan tidak secara langsung mengenai badan Bayu Gatra. Kalau dilihat sepintas dia yang mendorong badannya sedangkan Andri Ibo mengambil bola," paparnya.

Sementara mengenai kartu merah yang diterima pemainnya Rafel da Silva menit 90+5, Yunan tak bisa berkomentar banyak. Namun dia menilai sejak awal pertandingan bek PSM, Abdul Rahman memang sengaja memancing emosi striker asingnya.

“Soal kartu merah terus terang saya tidak melihat langsung kejadiannya. Saya lihat Abdul Rahman memprovokasi sejak berduel di dalam kotak penalti PSM kemudian dia mendatangi Rafael, itu menunjukkan bahwa dia memprovokasi. Tapi apa pun itu saya juga tidak tahu secara pasti seperti apa karena saat kejadian saya melihat bola yang sedang berada di area pertahanan kami," jelasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook