alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

DPO Pencuri Gawai di Masjid Kompleks Rujab Gubernur Dibekuk Polisi

Faisal Mustafa
DPO Pencuri Gawai di Masjid Kompleks Rujab Gubernur Dibekuk Polisi
Suryanti pencuri Gawai di masjid komplek Rujab Gubernur Sulsel diamankan pihak kepolisian setelah jadi DPO selama 3 pekan. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Pelarian Suryanti (42) selama hampir 3 minggu usai diduga mencuri gawai milik salah satu jamaah di Masjid Baitul Aqsa, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Sungai Tangka, Kota Makassar, akhirnya terhenti.

Pelaku diciduk Personel Timsus Polsek Ujung Pandang yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Edi Gunawan bersama Panit 2 Reskrim Aiptu Syawaluddin di rumahnya di Jalan Sultan Alaudin II, Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Rabu (14/8/2019) dini hari.

Kasi Humas Polsek Ujung Pandang Bripka Suwandhi Salam mengatakan, pelaku ditangkap berdasarkan laporan polisi bernomor LP/96/VII/2019/Restabes Mks/Sektor UP, Tanggal 27 Juli 2019. Dimana korbannya merupakan Pensiunan PNS Pemprov Sulsel bernama Hadriah (67).



"Pelaku tercatat sebagai DPO kita, dimana korbannya merupakan warga yang tinggal di lingkungan Rujab Gubernur," katanya.

Suwandhi menuturkan korban yang melaporkan kehilangan gawai miliknya usai menjalankan salat Azhar di Masjid. Dimana saat itu korban tengah merapikan mukena dan menyimpan handphone-nya di atas kusen kayu di samping rak mukenah.

Dari hasil penyelidikan selama kurang lebih 14 hari, pihaknya berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku dari informan di wilayah sekitar.

"Pelaku mengakui bahwa dirinya yang mencuri gawai korban. Saat itu dia melihat ada kesempatan melihat gawai korban tersimpan di atas kusen kayu saat tengah sibuk merapikan mukena," terangnya.

"Tidak dijual, dia gunakan sehari-hari jadi pelaku mengganti sim card yang ada di handphone korban dengan sim card baru dan digunakan sehari-hari," tambahnya.

Saat ini pelaku mendekam di jeruji besi Mapolsek Ujung Pandang untuk mendapatkan proses hukum lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp60 sesuai pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif