alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Memilukan, Warga Polman Tandu Jenazah 15 Kilometer

Asrianto Suardi
Memilukan, Warga Polman Tandu Jenazah 15 Kilometer
Jenazah Jalu alias Indo Minding (55 tahun) warga Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulbar, yang ditandu 15 kilometer viral di media sosial. Foto : SINDOnews/Asrianto Suardi

POLMAN - Pemandangan memilukan viral di media sosial baru-baru ini. Dalam postingan itu terlihat jenazah yang ditandu menggunakan sarung yang diikatkan pada sebatang bambu. Warga yang menandu berjalan kaki sepanjang 15 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1.5 jam.

Penelusuran SINDOnews berhasil menungkap nama jenazah yang ditandu tersebut yakni Jalu alias Indo Minding (55 tahun) warga Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulbar.

Menurut salah satu warga, Juangsah kejadian itu terjadi pada hari Senin (12/08/2019) lalu. Saat itu jenazah Indo Minding yang baru tiba dari Makassar, akan dibawa ke rumah duka di Dusun 1, Desa Lenggo yang jaraknya sekitar 15 kilometer dari ibukota Kecamatan Bulo.



Lantaran akses jalan menuju desa tersebut belum dibangun dan tidak dapat dilalui roda empat dan dua, maka warga secara bergotong royong pun menandu jenazah tersebut. 

"Sudah sering begitu, kalau ada warga sakit harus ditandu dari dalam kampung. Bisa-bisa meninggal baru tiba di rumah sakit," tukas Juangsah kepada SINDOnews, Jumat (16/08/2019).

Juangsah berharap agar Pemerintah Kabupaten Polman segera memperbaiki infrastruktur jalan menuju wilayah ini.

Senada salah satu kerabat almarhumah Indo Minding, Masdar juga pemerintah tidak menutup mata melihat penderitaan masyarakat yang berada di wilayah pedalaman dan pegunungan khususnya di Lenggo.

"Kalau bisa diperbaiki jalan ke sana, minimal bisa dilalui kendaraan roda empat. Karena ini sudah lama seperti ini," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Polman, Edi Wibowo mengaku telah melakukan perbaikan jalan poros kabupaten menuju ibukota kecamatan tersebut dan telah dikerjakan secara bertahap. Namun untuk menjangkau seluruh wilayah pelosok tersebut, anggarannya tidak cukup.

"Kalau jalan itu kami belum tahu, apakah jalan menuju desa atau dusunnya dan apakah itu wewenang provinsi batau kabupaten,"pungkasnya.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook