alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lapas Diharap Jadi Tempat Pembinaan Ekonomi Kreatif

Herni Amir
Lapas Diharap Jadi Tempat Pembinaan Ekonomi Kreatif
Bupati Gowa Adnan Purichta saat memberikan remisi dari kepada warga binaan di Lapas Bollangi Gowa. Foto: Istimewa

SUNGGUMINASA - Keberadaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), seharusnya bukan lagi ditempatkan sebagai lembaga pemidanaan. Akan tetapi dijadikan sebagai pranata sosial yang konstruktif.

Hal ini disampaikan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan dalam mewujudkan hal tersebut yaitu dengan menjadikan lapas atau rumah tahanan (rutan) sebagai tempat pembinaan ekonomi kreatif.

Ia menyebutkan, warga binaan pemasyarakatan dalam lapas saat ini adalah sumber daya manusia (SDM) yang masih terabaikan.



"Kelebihan isi penghuni menunjukkan bahwa lapas seharusnya menjadi wadah dalam mendukung berjalannya kegiatan yang bersifat massal seperti kegiatan ekonomi kreatif," ungkapnya saat Upacara Pemberian Remisi Umum Kepada Narapidana dalam rangka Memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Narkotika Sungguminasa Kelas II A, Desa Bolangi, Kecamatan Pattallassang, Sabtu (17/8/2019).

Pasalnya kata dia, kegiatan ekonomi kreatif merupakan sektor strategis dalam pembangunan nasional kedepannya. Apalagi hal ini sejalan dengan tema HUT RI tahun ini yakni "SDM Unggul Indonesia Maju".

"Lembaga pemasyarakatan hari ini harus mampu menyentuh berbagai program pembinaan. Sehingga dapat mengantarkan mereka memjadi manusia yang berkualitas, terampil dan mandiri, tujuannya akan membentuk SDM yang dapat berkontribusi dan mendukung kemajuan perekonomian baik secara nasional maupun daerah," ujarnya.

Karena itu, Program ini dapat dielaborasi dengan menggerakkan roda perekonomian melalui sektor industri kecil dan menengah dalam kerangka pembangunan nasional sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan pendapatan.

Sementara, Kalapas Narkotika Sungguminasa Kelas II Victor menambahkan, pada momentum Kemerdekaan RI ini pihaknya akan lebih meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan hingga mengubah pola kinerja yang dapat mengikuti perkembangan isu-isu terkait pemasyarakatan.

"Ke depan kita harus lebih bekerja secara profesional, penuh integritas, bekerja tulus dan terus berupaya dalam menjadikan lapas tetap dalam suasana kondusif, aman, serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak nama baik institusi," katanya.

Termasuk pula mendukung bagaimana ke depan kehadiran lapas memang menjadi tempat pembinaan ekonomi kreatif. Baik dalam menciptakan produk-produk kerajinan tangan, maupun produk lainnya.

Di Gowa sendiri ada sekitar 845 narapidana lapas narkotika kelas II A dan lapas wanita kelas II A mendapatkan remisi dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Dari Lapas Perempuan kelas IIA yang mendapatkan remisi sebanyak 159 orang yakni 7 orang remisi 5 bulan, 13 orang remisi 4 bulan, 71 orang remisi 3 bulan, 50 orang remisi 2 bulan dan 17 orang remisi 1 bulan, serta 1 orang dapatkan remisi bebas.

Sedangkan untuk Lapas Narkotika Kelas II A Sungguminasa yang mendapatkan remisi total 686 orang, untuk remisi umum (RU I) meliputi 4 orang remisi 6 bulan, 78 orang remisi 5 bulan, 168 orang remisi 4 bulan.

Selain itu, 212 orang remisi 3 bulan, 200 orang remisi 2 bulan remisi, dan 2 orang remisi 1 bulan, dan RU II, 1 orang remisi 6 bulan, 12 orang remisi 5 bulan, dan 9 orang remisi 4 bulan.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook