alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Begini Kesaksian Warga Sulsel saat Rusuh di Bumi Cendrawasih

Koran Sindo
Begini Kesaksian Warga Sulsel saat Rusuh di Bumi Cendrawasih
Situasi di Papua Barat berangsur normal dan kondusif, setelah sebelumnya sempat membara dipicu aksi persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Pulau Jawa. Foto: iNews TV/Chanry

MAKASSAR - Bumi Cendrawasih-sebutan buat Papua dan Papua Barat, bersedih. Buntut aksi persekusi dan serangan rasis terhadap mahasiswa Papua di Pulau Jawa, kerusuhan merebak di sejumlah daerah, terkhusus di Papua Barat, Senin (19/8/2019). Yang terparah terjadi di Manokwari, disusul Sorong, dimana aksi anarkistis massa tidak dapat dikendalikan.

Di Kota Manokwari, massa tidak hanya memblokade jalan-jalan utama hingga malam hari. Pengunjuk rasa juga menggila dengan membakar Gedung DPRD Papua Barat. Sedangkan di Kota Sorong, sejumlah rumah toko dan lembaga permasyarakat dibakar. Ratusan narapidana dilaporkan ikut kabur.

Kerusuhan di Bumi Cendrawasih membuat warga pendatang menjadi was-was. Tidak terkecuali warga Sulsel yang merantau ke Tanah Papua. Tidak sedikit yang ikut merasakan dampak kerusuhan tersebut. Bahkan di Kota Manokwari, beredar video aksi penyerangan ke Kampung Bugis.



Salah satu tokoh Sulsel yang sudah 30 tahun menetap di Papua, Munawir Yakub, mengimbau warga Sulsel yang ada di Papua dan Papua Barat tetap tenang. Dimintanya agar tidak ikut serta dalam aksi yang bisa membahayakan keamanan dan keselamatan diri. Ia juga turut menyesalkan atas tindakan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Pulau Jawa.

"Semua warga kita di Papua dan Papua Barat dihimbau untuk tidak ikut dalam aksi,” kata Munawir lewat pesan Whats App kepada SINDOnews, Senin (19/8/2019) kemarin.

Yang terjadi di Monokwari, Sorong, dan Jayapura, kata Munawir tidak perlu telalu dikhawatirkan. Saat ini, semua pihak harus fokus pada upaya menjaga situasi menjadi lebih kondusif dan terkendali. “Kondisi begini sudah biasa di Papua, yang jelas mari sama-sama bantu Papua. Jangan lagi ada perkataan-perkataan kasar yang bisa menyinggung,” tambahnya.

Salah seorang warga Sulsel yang menetap di Sorong, Papua Barat, Desna mengaku terkena dampak kerusuhan. “Kami di kilo 10 Kota Sorong, belum bisa keluar rumah. Jalan-jalan dipalang dan dibakar. Suasana masih terasa mencekam. Mohon doa teman-teman supaya cepat kondusif,” kata Desna di grup Whats App, kemarin.

Saat ini, situasi di Papua Barat dan Papua dilaporkan sudah kembali berangsur normal dan kondusif. Kepolisian mengerahkan tambah bantuan pasukan untuk pengamanan di Bumi Cendrawasih. Dari Sulsel sendiri, sedikitnya ada 2 kompi pasukan Brimob yang telah dikirim ke Papua Barat pada Senin malam.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook