alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bahaya Ganja Sintetis, Narkoba yang Dipakai Oknum Caleg PPP Terpilih

Tim Sindonews
Bahaya Ganja Sintetis, Narkoba yang Dipakai Oknum Caleg PPP Terpilih
Ganja sintetis dinilai memiliki dampak bahaya yang jauh lebih mematikan dibandingkan ganja biasa. Foto: SINDOweekly

MAKASSAR - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menangkap anggota DPRD Makassar terpilih dari PPP, Rachmat Taqwa Quraisy, dalam kasus narkotika, Selasa (20/8/2019). Rachmat diciduk dengan barang bukti narkoba dua jenis yakni sabu dan ganja sintetis.

Barang bukti yang ditemukan polisi di kediaman Rachmat, di antaranya yakni alat isap alias bong, dua sachet sabu dan dua linting ganja sintetis atau biasa disebut tembakau gorilla. Jenis narkoba yang terakhir diketahui cukup populer, khususnya di kalangan anak muda.

Dilansir dari jurnal LBH Masyarakat, ganja sintetis adalah istilah yang diberikan pada tembakau yang disemprotkan dengan sejenis bahan kimia yang memiliki efek psikoaktif seperti kandungan ganja. Tapi, harus dipahami ganja sintetis bukanlah ganja.



Ganja sintetis bahkan sama sekali tidak terbuat dari ganja. Munculnya ganja sintetis adalah fenomena di Indonesia karena UU Nomor 35 Tahun 2009 yang melarang penggunaan dan kepemilikan ganja, namun tidak berhasil menurunkan permintaan masyarakat akan efek yang diberikan ganja.

Ganja sintetis merupakan alternatif yang berbahaya, terutama bagi kesehatan. Hal ini karena konsumen tidak tahu zat apa yang disemprotkan (atau direndam) dengan tembakau tersebut.

Banyak keluhan dari konsumen ganja sintetis bahwa konsumsi dalam jangka panjang mengakibatkan tremor, meningkatnya tekanan darah secara tiba-tiba, mendadak demam, serangan psikotik, serta berbagai masalah kesehatan lain yang dapat berujung pada kematian.

Narkoba Golongan I
Dalam dua sampai tiga tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan yang memasukkan zat-zat tersebut dan varian hasil pengembangannya ke dalam Daftar Narkotika Golongan I sesuai UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Narkoba yang berada dalam golongan ini hanya boleh dimanfaatkan untuk kepentingan Iptek. Nah, di luar itu, kriminal!

Dalam ganja sintetis itu, menurut Buwas, kadar bahan kimia yang terkandung sangat besar dan memberikan efek ketagihan sangat tinggi dibandingkan ganja biasa. “Ini tergolong sangat berbahaya karena pemakainya akan sangat kecanduan setelah sekali memakainya,” katanya.

Dikutip dari SINDOweekly, mantan Kepala BNN RI, Budi Waseso, pernah mengungkap gambaran bahaya dari ganja sintetis yang menggempur Indonesia. Kata Buwas-sapaan akrabnya, kadar bahan kimia yang terkandung dalam ganja sintetis sangat besar dan memberikan efek ketagihan sangat tinggi dibandingkan ganja biasa.

“Ini tergolong sangat berbahaya karena pemakainya akan sangat kecanduan setelah sekali memakainya,” terang Buwas.

Para pengguna jenis narkoba baru ini kebanyakan anak-anak muda. Contohnya adalah Synthetic Cannabinoid atau ganja sintetis. Efeknya lebih dahsyat dari pada ganja biasa. Lantas, efek sampingnya hampir sama juga dengan ganja, halusinogen, tetapi rasanya diklaim lebih jos.

Hebatnya lagi, ganja sintetis ini diproduksi dalam beragam bentuk panganan, semisal dicampur dengan adonan sehingga dibentuk kue, dodol, cokelat ganja, bahkan bikang ambon ganja. Ada juga yang berbentuk tembakau, tetapi tembakau ganja sintetis yang dikenal “tembakau Gorilla” itu berbau ganja.

Modus peredarannya sangat beragam. Ada yang dimasukkan ke dalam belanjaan, dimasukkan pula ke dalam pipa, sol sepatu, mesin, dimasukkan ke dalam mesin, kemudian ada juga ke dalam televisi baru siap jual. Benak para pengedar tentu hanya berpikir untung sehingga segala cara pun ditempuh.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook