alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Caleg Terpilih 'Narkoba' Pernah Jadi Pengacara Bandar Sabu 3,4 Kg

Faisal Mustafa
Caleg Terpilih Narkoba Pernah Jadi Pengacara Bandar Sabu 3,4 Kg
Anggota DPRD Makassar terpilih dari PPP, Rachmat Taqwa, diketahui pernah menjadi pengacara bandar sabu 3,4 kilogram, Syamsul Rijal alias Kijang. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Kepolisian mengungkap fakta baru terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menyeret Rachmat Taqwa, anggota DPRD Makassar terpilih dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Terungkap, Rachmat ternyata pernah menjadi kuasa hukum alias pengacara dari bandar sabu 3,4 kilogram, Syamsul Rijal alias Kijang.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, menyampaikan Rachmat dan Kijang diketahuinya memiliki hubungan kerja sebatas pengacara dan klien. Calon legislatif terpilih DPRD Makassar itu pernah mendampingi Kijang dalam proses hukumnya hingga ke Mahkamah Agung (MA). Kijang sendiri belakangan divonis bebas.

"Memang dia (Rachmat) pengacaranya Kijang sampai ke Mahkamah Agung. Ya tidak apa-apa, silahkan itu kan memang profesi dia sebagai lawyer (pengacara). Tapi, ini sekarang ketahuan ada barang buktinya," kata Dicky kepada wartawan, Rabu (21/8/2019).



Kijang sendiri merupakan bandar sabu ternama yang kini masuk daftar pencarian orang alias buron. Meski divonis bebas di MA, Kijang tetap dikejar aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN). Bandar narkoba yang hobi adu ayam ini ditengarai juga melakukan tindak pidana pencucian uang.

Lebih lanjut, Dicky menerangkan penangkapan Rachmat dilakukan setelah dilakukan penyelidikan untuk memastikan keterlibatannya dalam kasus narkoba. Ia diciduk polisi di rumahnya, Jalan Barukang, Kota Makassar, Selasa kemarin.

Bersama alumnus Unhas itu ditemukan barang bukti berupa alat isap, dua sachet sabu dan dua linting ganja sintetis atau biasa dikenal tembakau gorilla. Saat ini, Rachmat sudah mendekam di ruang tahanan Polrestabes Makassar.

Dicky menyebut Rachmat sebenarnya sudah lama menjadi target operasi kepolisian terkait tindak pidana narkotika. Hanya saja, polisi tidak mau asal tangkap, tanpa ada barang bukti. "Terus terang kita sudah lama incar, bukan sehari dua hari," ujarnya.

"Ya karena memang kita mencari momen yang tepat kan harus punya barang bukti biar cukup kuat. Kita akan dalami lagi apa peran dia (Rachmat)," tutup Dicky.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook