alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sistem Distribusi Air Baku di Makassar Dikaji Ulang

Syachrul Arsyad
Sistem Distribusi Air Baku di Makassar Dikaji Ulang
Sistem distribusi air besih di Kota Makassar akan dikaji ulang, dari sentralisasi menjadi desentralisasi. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, bakal mengkaji ulang sistem distribusi air baku di Kota Makassar. Dari awalnya sentralisasi, dicanangkan menjadi sistem desentralisasi. Perubahan sistem distribusi air ini dianggap perlu diubah. Harapannya, penyaluran air bersih bisa jauh lebih mudah.

Karena itu, Nurdin menyebut pihaknya segera mengkaji hal ini mengingat air besih merupakan sektor vital bagi masyarakat. "Itulah yang kita lagi kaji sekarang. Karena sekarang kan masih sentral, PDAM masih sentral. Sementara semua negara-negara maju pakai sektor-sektor. Jadi kontrol airnya lebih mudah," ujar dia, belum lama ini.

Lanjut Nurdin, langkah ini juga ditempuh mengingat masih banyak wilayah di Kota Makassar yang kesulitan mendapatkan air bersih. “Kita satu pipa satu sumber, mana mungkin kita bisa kontrol seluruh Kota Makassar. Makanya sistemnya harus diubah," tambahnya.



Mantan Bupati Bantaeng ini menuturkan, makanya agar distribusi air baku merata perlu ada solusi untuk masyarakat. Namun, Nurdin belum mau membuka ruang jika sistem desentralisasi yang dimaksud mesti ditangani pihak swasta. "Karena itu kita ingin tidak lagi sentralisasi distribusi tapi kita buat beberapa sektor. Supaya bisa dikontrol."

"Karena air bersih itu kebutuhan masyarakat. Makanya kita ingin cari solusi. Kalau PDAM mampu, kita serahkan PDAM. Kalau PDAM (yang tangani), harga bisa dikendalikan. Makanya jangan sampai kita berpikir swasta dulu," Nurdin menjelaskan.

Rencananya, Gubernur Sulsel bakal membahas ini bersama Penjabat Wali Kota Makassar dan PDAM Kota Makassar. Untuk jangka pendek, Nurdin meminta agar PDAM segera melakukan mobilisasi kepada masyarakat yang masih kesulitan air bersih.

"Makanya PDAM harus lebih banyak mobil tangki, terus sumur-sumur yang ada harus dijaga. Tapi kalau saya ini tidak bisa dibiarin, kita harus ada langkah cepat karenanya kita ingin tidak lagi sentralisasi. Harusnya kita bangun per sektor. Wilayah kecamatan ini misalnya akan meng-cover sekian dan inilah yang akan kita coba," pungkas dia.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook