alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Buku PAUD

Supriadi Ibrahim
Polisi Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Buku PAUD
Aparat kepolisian diminta segera menyelesaikan kasus dugaan korupsi pengadaan buku PAUD di Bone. Foto: Ilustrasi

BONE - Kepolisian Resor (Polres) Bone, didesak untuk segera menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan buku PAUD di Dinas Pendidikan Bone.

Kasus dugaan korupsi yang terindikasi merugikan keuangan negara miliaran rupiah tersebut jadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Bone, karena belum tuntas dengan alasan menunggu hasil audit BPKP.

Padahal, sebelumnya Polres Bone telah menyebutkan, kerugian negara pada kasus tersebut sebanyak Rp4,9 milliar dan dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu orang broker yang diduga terlibat dalam kasus korupsi miliaran itu.



"Hingga hari ini juga belum ada penyelesaian tersangka korupsi PAUD ini, padahal telah menyampaikan kasus ini akan selesai pada awal Juli lalu kepada media. Jadi wajar menjadi tanda tanya bagi masyarakat Bone terhadap kebenaran proses kasus tersangka korupsi PAUD ini,” kata Ketua PMII Cabang Bone, Sudry, Kamis, (22/08/2019).

Sudry mendesak Polres Bone agar segera mempercepat proses penyelesaian terhadap kasus korupsi PAUD.

Menurutnya, ketika kasus tersebut semakin berlarut-larut tidak diselesaikan, dinilai akan menimbulkan multitafsir di kalangan masyarakat dan menjadi alat bagi para elit politik di Bumi Arung Palakka untuk kepentingan tertentu.

"Pihak kepolisian harus serius menangani kasus ini, jangan sampai masyarakat menilai ada hal lain, yang mempengruhi lambatnya kasus ini diselesaikan, apa lagi kita ketahui didalamnya ada Istri Wakil Bupati yang menjabat sebagai kepala bidang PAUD yang tiba-tiba pensiun kemarin," pungkasnya.

Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, yang ditemui di ruang kerjanya, mengatakan pihak hingga saat ini belum menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku PAUD Disdik Bone itu karena masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP.

"Kami masih menunggu hasil audit BPKP, nah kalau sudah ada keluar baru kita gelar perkarakan, siapa siapa tersangkanya," ungkapnya.

Perwira berpangkat dua melati itu tak menampik keterlibatan dari istri Wakil Bupati Bone yakni, Erniati. Secara institusi selaku penanggung jawab, namun kasus korupsi harus betul-betul dipastikan sejauh mana keterlibatannya.

"Sejauh ini yang kita periksa tidak ada mengarah ke itu. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga terlibat, makanya tunggu hasil auditnya dari BPKP," tuturnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook