alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pabrik Kosmetik Palsu Merek NRL Sudah Beroperasi Setahun Terakhir

Faisal Mustafa
Pabrik Kosmetik Palsu Merek NRL Sudah Beroperasi Setahun Terakhir
Pabrik rumahan kosmetik palsu bermerek NRL di Makassar sudah beroperasi sejak setahun terakhir, sebelum akhirnya digerebek polisi beberapa hari lalu. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, mengungkapkan pabrik rumahan kosmetik palsu yang diungkap jajarannya ternyata sudah beroperasi sejak setahun terakhir. Namun, mereka baru aktif melakukan pemasaran secara online dalam enam bulan terakhir.

Hal ini diketahui polisi setelah melakukan pemeriksaan terhadap ketiga pelaku dalam penggerebekan pabrik rumahan kosmetik ilegal di sebuah rumah elite di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, belum lama ini.

"Kalau aktif menjual itu sekitar enam bulan, tapi kalau berproduksi sudah setahun terakhir ini," kata Indratmoko.



Kosmetik ilegal yang diproduksi home industry ini, salah satunya bermerek NRL. Produk ini terbilang laris manis dan mereka menyasar kalangan perempuan, baik itu ibu-ibu maupun remaja. Penjualan produknya tak sebatas di Kota Makassar.

"Omzetnya sudah sekitar Rp20 juta. Ya sasarannya semua kalangan perempuan, baik itu ibu-ibu maupun remaja. Penjualannya ya masih di Kota Makassar, tapi mereka mengaku ada juga dari luar daerah Makassar," terang dia.

Dalam penggerebekan pabrik rumahan kosmetik palsu itu, polisi mengamankan tiga pelaku dan 200 paket kosmetik siap edar. Polisi juga menemukan beberapa kardus berisi bahan baku yang dipakai untuk meracik kosmetik palsu tersebut.

Adapun tiga pelaku yang diamankan, memiliki peran berbeda-beda. Rinciannya yakni dua perempuan berinisial N (25) dan R (24) bertugas meracik kosmetik palsu dan pemberi label merek sekaligus pemasaran online. Sedangkan pria berinisial A (45) bertugas mengemas kosmetik palsu tersebut sebelum dipasarkan.

"Saat dilakukan penggeledahan ditemukan 200 paket kosmetik siap edar dan beberapa dus bahan baku. Mereka ini memasarkan produknya secara online," pungkasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook