alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Guru Besar UMI: Rekomendasi Hak Angket Jadi Momentum untuk Berbenah

Syachrul Arsyad
Guru Besar UMI: Rekomendasi Hak Angket Jadi Momentum untuk Berbenah
Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UMI Makassar, Prof Lauddin Marsuni, menilai apapun hasil hak angket harus dijadikan momentum untuk berbenah membangun Sulsel. Foto: SINDOnews/Syachrul Arsyad

MAKASSAR - Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UMI Makassar, Prof Lauddin Marsuni, menilai hasil rekomendasi panitia hak angket ke pimpinan DPRD merupakan momentum untuk berbenah. Terlepas dari adanya dua versi rekomendasi yang beredar, Lauddin menyebut hal tersebut hanyalah bagian dari dinamika politik.

"Itulah dinamika politik," ujar Lauddin yang kepada SINDOnews.

Tugas panitia hak angket diketahui telah berakhir setelah menyerahkan hasil kerjanya ke pimpinan dewan pada sidang paripurna DPRD Sulsel, Jumat (23/8/2019). Belakangan, muncul dua versi rekomendasi antara parpol pendukung pemerintahan dan parpol penggaggas hak angket.



Tanpa bermaksud mengesampingkan perbedaan hasil rekomendasi yang ada, Lauddin menegaskan ada baiknya jika polemik ini tidak dipersoalkan lebih jauh. Apalagi bila harus sampai dibawa ke Mahkamah Agung (MA).

Sebagai sesama masyarakat Sulsel yang tentu menginginkan kebaikan bersama, kata dia, ada baiknya polemik ini diselesaikan melalui pendekatan budaya dengan memegang teguh filosofi Bugis-Makassar: sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi.

"Kalau memang ada salah, mungkin penyebabnya kurang kontrol. Karena apa? Prinsipnya menurut saya pemerintahan daerah itu pendekatannya ambil pendekatan budaya. Itu jauh lebih bagus. Itulah yang disebut sipakatau, sipakainge, orang bilang. Sipakainge itulah yang disebut lewat hak angket," sebut dia.

Mantan Rektor Universitas Andi Djemma ini menganalogikan, baik eksekutif dalam hal ini Pemprov Sulsel maupun DPRD sebagai fungsi legislatif, layaknya hubungan suami-istri. Jika ada salah dalam berumah tangga, lanjut dia, maka tidak bisa menyalahkan satu pihak saja. Namun harus saling mengoreksi diri masing-masing.

Dengan demikian, jika masing-masing pihak merasa sudah menemukan apa yang salah dan keliru, lalu saling terbuka antara satu dan lainnya, maka sejatinya jalan keluar bisa ditemukan. Proses hak angket mestinya menjadi jalan kedua belah pihak untuk bersama-sama membangun Sulsel lebih baik.

"Jadikan momen panitia hak angket ini sebagai titik start untuk berbenah bersama dalam rangka membangun Sulsel. Memang hak angket itu juga benar, tidak salah. Diatur undang-undang, kok. Tapi jadikan hasilnya itu sebagai pembelajaran bagi kita semua untuk mawas diri, untuk saling bertanya dan saling mengingatkan," pesan Lauddin.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif