alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasus Dugaan Korupsi Bapelitbang Takalar Dilimpahkan ke Kejaksaan

Herni Amir
Kasus Dugaan Korupsi Bapelitbang Takalar Dilimpahkan ke Kejaksaan
Polres Takalar melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi Bapelitbang senilai Rp2,8 miliar. Foto: SINDOnew/Ilustrasi

TAKALAR - Berkas kasus dugaan korupsi Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan (Bapelitbang) Kabupaten Takalar, telah dilimpahkan ke Kejaksaan. Dalam kasus ini, ada indikasi kerugiaan negara senilai Rp2,8 miliar.

"Tahap 1 berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan. Berkas perkaranya beberapa rangkap. Penyerahan berkas perkara dilakukan pada hari Jumat (23/8/2019) lalu ke Kejaksaan Negeri Takalar," ungkap Kanit Tipikor Polres Takalar, Ipda Novi Arif Kurniawan, Minggu (24/8/2019).

Setelah berkas perkara tahap pertama dilimpahkan, maka tahap selanjutnya adalah evaluasi ataupun penilaian dari pihak kejaksaan.



Apabila dinyatakan lengkap, akan dilanjutkan pelimpahan tahap kedua, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti.

Dalam kasus dugaan korupsi Bapelitbang Kabupaten Takalar ini, polisi menyebut ada indikasi kerugiaan negara senilai Rp2.8 miliar. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Takalar Tahun 2017.

Polres Takalar pun menetapkan lima orang tersangka dalam perkara dugaan korupsi ini. Mereka yakni MR yang menjabat kepala badan, AM bendahara OPD, AR jabatan kepala Bidang, sedangkan dari pihak swasta/rekanan ialah MT dan AS.

Kelima tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) UU RI No 31 tahun 1999 tentag Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Kelima tersangka tersebut terancam hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun.

Meski demikian, Polres Takalar tidak memberikan penahanan kepada kelima orang tersangka. Polisi beralasan jika kelima tersangka selama ini kooperatif kepada penyidik.

Polisi juga tidak merincikan peran kelima tersangka tersebut dalam kasus dugaan korupsi anggaran APBD Tahun 2017 ini.

"Sampai saat belum ada penahanan. Kelimanya sangat koperatif dalam pemeriksaan," imbuh Ipda Novi Arif.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif