alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ritual Berbau Musyrik Dihilangkan dalam Acara Maccera Tasi

Chaeruddin
Ritual Berbau Musyrik Dihilangkan dalam Acara Maccera Tasi
Kepala Dinas Perikanan, Andi Fatahillah, mengecek persiapan pelaksanaan Acara Maccera Tasi di Pelabuhan Taddette, kemarin.Foto: Sindonews/Chaeruddin

LUWU - Ritual adat 'Maccera Tasi' akan digelar di Kabupaten Luwu, Sulsel. Kegiatan ini masih rangkaian event akbar bertajuk Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII 2019 pada September mendatang.

Tokoh adat di Kabupaten Luwu, Andi Sadda Kati, yang juga panitia kegiatan, menyampaikan sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk acara 'Maccera Tasi'. Yang istimewa, kata dia, kegiatan ini akan dipoles lebih islami. Bakal ada lantunan azan dari laut yang akan berkumandang.

"Nanti ada yang mengumandangkan azan di sana, di laut. Kita upayakan menggunakan pengeras suara agar yang ikut kegiatan ini mendengarnya," ujar Sadda Kati, Rabu (28/8).



Lokasi dikumandangkannya azan yang ditunjuk Sadda Kati, berada di laut, tidak jauh dari tepi pantai Pelabuhan Taddette. Titik ini telah didirikan sebuah bangunan kecil yang disebut ance dan terlihat dari bibir pantai Pelabuhan Taddette.

Selain itu, dalam acara 'Maccera Tasi' juga akan dilakukan pemotongan hewan. Namun, dipastikannya tidak ada yang berbau musyrik. "Sejumlah ritual lama yang berbau musyrik kami hilangkan, seperti membuang kepala kerbau ke laut," ujarnya.

Panitia Maccera Tasi juga akan membuat pincara yang akan dinaiki oleh Datu Luwu bersama sejumlah tamu penting dengan kapasitas 20 orang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Luwu, Andi Fatahillah, sebagai pihak yang ditunjuk untuk mengkoordinir acara ini mengatakan persiapan mereka sudah hampir rampung. "Insha Allah, kita siap. Pembuatan sejumlah kebutuhan seperti pincara dan ance selesai dalam beberapa hari," ujarnya.

Lanjut Fatahillah, bahwa dalam acara Maccera Tasi ini akan menghadirkan ratusan nelayan dengan menggunakan perahu yang akan dihiasi sedemikian rupa.

"Pak Bupati telah menyampaikan kepada seluruh camat dengan kepala desa di pesisir pantai agar mengimbau nelayan mereka ikut dalam kegiatan ini. Dua perahu satu desa, jadi kegiatan ini akan ramai dan dihadiri ratusan perahu nelayan yang dihiasi berbagai kreasi," ujarnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook