alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Warga 2 Kecamatan Kepulauan di Pangkep Kekurangan Pangan

Muhammad Subhan
Warga 2 Kecamatan Kepulauan di Pangkep Kekurangan Pangan
Sejumlah kapal nelayan yang tak melaut lantaran cuaca buruk, beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman

PANGKEP - Akibat cuaca buruk yang terjadi sepanjang musim barat ini, sejumlah warga di dua kecamatan di wilayah terluar Kabupaten Pangkep, Liukang Kalmas dan Kecamatan Liukang Tangaya mengalami kekurangan pangan.

Salah seorang warga Pulau Sapinggang, Desa Tampaang, Kecamatan Liukang Tangaya, Arjuna mengatakan, saat musim barat, nelayan kesulitan untuk melaut sebab cuaca sangat ekstrem. Gelombang tinggi membuat masyarakat takut melaut menuju Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membeli kebutuhan pokok.

“Kalau sudah memasuki musim barat, kita warga pulau mulai kehabisan stok makanan, itu yang menyulitkan. Sebab kita bisa peroleh di pulau, harus menyeberang dulu,” kata Arjuna saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (28/8/2019).



Pulau Sapinggang lebih dekat dengan NTB dibanding Ibu Kota Kabupaten Pangkep, Pangkajene.

“Lebih dekat ke NTB daripada ke Pangkep (Pangjene), tetapi walaupun begitu cuaca juga berbahaya dan nelayan takut untuk melaut. Sementara stok makanan harus tersedia juga di pulau,” ujar dia.

Arjuna melanjutkan, warga di pulaunya juga terpaksa mencari makanan di pulau lain yang masih memiliki stok bahan makanan. Dia berharap pemerintah segera memberikan bantuan kebutuhan pokok khususnya beras yang semakin menipis.

“Terpaksa minta di tempat lain, kalau sudah habis sekali dan tidak memungkinkan untuk melaut, paling susah itu kebutuhan beras, di sini tidak ada padi makanya kalau musim barat kita kehabisan,” harapnya.

Senada dengan Arjuna, salah seorang warga Pulau Doang-doangan Caddi, Desa Kanyurang, Kecamatan Liukang Kalmas, Jamal mengaku mengalami kondisi serupa. Jamal menyebut seluruh bahan pokok kebutuhan masyarakat diperoleh dari Kota Makassar yang harus ditempuh hingga belasan jam untuk sampai ke pulau-pulau di Kecamatan Liukang Kalmas.

“Kebutuhan pangan saat ini masih mencukupi, walaupun mulai kekurangan karena nelayan sulit untuk menyeberang pulau. Ini menjadi kendala sebab semua kebutuhan pangan diperoleh di Kota Makassar, sementara saat cuaca buruk itu membahayakan nelayan untuk membeli stok pangan di Makassar,” ucapnya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook