alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Geruduk Mapolres Bone, Mahasiswa Minta Kasat Reskrim Dicopot

Supriadi Ibrahim
Geruduk Mapolres Bone, Mahasiswa Minta Kasat Reskrim Dicopot
Sejumlah mahasiswa dari PMII menuntut pencopotan Kasat Reskrim Polres Bone Iptu M Pahrun yang dinilai tidak becus menjalankan tugasnya. Foto: SINDnews/Supriadi Ibrahim

WATAMPONE - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone menggelar unjuk rasa di halaman Markas Polres Bone, Kamis (29/8). Dalam aksinya, mereka menyoroti kinerja Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muhammad Pahrun, dalam penanganan kasus korupsi dan kasus pidana umum.

Kalangan aktivis mahasiswa itu menilai Kasat Reskrim Bone, Iptu Muhammad Pahrun, tidak becus menjalankan tugasnya. Karenanya, mereka menuntut agar Iptu Muhammad Pahrun dicopot dari jabatannya.

Salah satu perkara yang disoroti mahasiswa adalah kasus dugaan korupsi pengadaan buku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Mereka kecewa karena polisi mengingkari janji untuk menetapkan tersangka pada Juli 2019. Polres Bone beralasan masih menunggu perhitungan dari BPKP.



"Kalau tidak bisa menuntaskan kasus, ya lebih baik mengundurkan diri dari jabatan. Copot Kasat Reskrim," teriak salah seorang aktivis mahasiswa yang hadir menggeruduk Mapolres Bone.

Selain kasus dugaan korupsi PAUD, mahasiswa juga menyoroti penanganan kasus dokter gadungan. Dalam kasus tersebut, seorang tersangka kini tidak diketahui keberadaannya setelah Polres Bone memberikan penangguhan penahanan. Mahasiswa menduga polisi sengaja melakukan.

Ketua PMII Cabang Bone, Sudry, menegaskan penanganan kasus dugaan korupsi buku PAUD dan dokter gadungan di bawah kendali Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Pahrun, terbilang sangat lamban.

"Kita menilai pihak Kasat Reskrim tidak becus dalam menangani kasus ini, utamanya kasus dugaan korupsi buku PAUD yang berlarut-larut. Bukan cuma itu, kasus dokter gadungan juga sampai saat ini belum ada penetapan tersangka, sementara kasus ini sudah lama berjalan,"

Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muhammad Pahrun, yang dikonfirmasi mengaku terkait tuntutan agar dirinya mundur dari jabatannya merupakan hak dari pendemo, dalam hal ini mahasiswa. Yang penting, kata dia, pihaknya sudah bekerja maksimal.

"Itu haknya mereka menuntut pencopotan saya, menurut saya hal itu lumrah, wajar saja, yang penting saya bekrja sesuai dengan prosedur," pungkasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook