TOPIK TERPOPULER

Gubernur Sulsel Fasilitasi Pemulangan Pengungsi Korban Gempa ke Jawa

Tim SINDOnews
Gubernur Sulsel Fasilitasi Pemulangan Pengungsi Korban Gempa ke Jawa
Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah saat mengunjungi tempat pengungsian korban gempa Sulbar di UPT Inang Matutu, Dinas Sosial Sulsel, Rabu (20/1/2021). Foto: Humas Pemprov Sulsel

MAKASSAR - Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah akan memfasilitasi pemulangan pengungsi korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar). Tak terkecuali bagi mereka yang berasal dari luar pulau Sulawesi.

Hingga saat ini, ada kurang lebih 80 orang korban gempa Sulbar yang terdata berasal dari Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), dan Kalimantan Timur (Kaltim). Semua biaya pemulangan akan ditanggung oleh Pemprov Sulsel.



Baca juga: 686 Pengungsi Gempa Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan

"Ada kurang lebih 80 orang berasal dari Jatim, Jateng, dan Kaltim. Besok kita akan siapkan pesawat untuk mereka bisa kembali ke kampung halaman dan ditanggung oleh pemerintah provinsi," ungkapnya saat mengunjungi tempat pengungsian korban gempa Sulbar di UPT Inang Matutu, Dinas Sosial Sulsel, Rabu (20/1/2021).

Nurdin menyebut, Pemprov Sulsel hadir untuk membantu warga yang terdampak bencana. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan jumlah pengungsi akan terus bertambah setiap harinya.

"Jika mereka bisa kembali ke kampung bertemu keluarga mungkin trauma bisa terobati. Saya berdiskusi dengan semuanya sebenarnya mereka merantau ke Sulbar dan punya rumah di luar Sulawesi," sebutnya.

"Tetapi mereka harus di-swab pcr dulu sebelum pulang ke kampung halaman. Gunanya untuk memastikan mereka kembali dalam keadaan sehat," sambungnya.



Plt Kepala Dinas Sosial Sulsel, Gemala Faoza memaparkan, tempat pengungsian korban berada di dua titik yakni Asrama Haji dan UPT Inang Matutu.

Baca juga: BPBD Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Menggunakan KRI

Khusus di UPT Inang Matutu ada sebanyak 107 orang pengungsi yang rata-rata berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Sementara di Asrama Haji ada sebanyak 28 orang pengungsi.

"Pengungsi datang terus dan pastinya terus didata. Kami memberikan kebebasan bagi mereka apakah mau ke keluarga di Makassar atau ditampung di sini (UPT Inang Matutu) atau di Asrama Haji," bebernya.

Ia menuturkan, seluruh pengungsi wajib dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah klaster baru Covid-19.

"Kondisi pengungsi secara umum dalam keadaan sehat. Ada beberapa yang terkena reruntuhan bangunan tapi kami sudah periksakan di puskesmas dan ada tiga orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang langsung di isolasi di Hotel Swissbel," tuturnya.

"Yang berasal dari Kalimantan kita usahakan pulangkan secepatnya. Ada 10 orang yang akan pulang menggunakan kapal laut difasilitasi pemerintah," lanjutnya.

Baca juga: Bertolak ke Sulbar, Relawan Asal Takalar Akan Dirikan Dapur Umum

Salah seorang pengungsi asal Kota Gresik Jawa Timur, Muhammad Gofur tak hentinya berterima kasih kepada Pemprov Sulsel, khususnya Gubernur Nurdin Abdullah yang dengan kerendahan hati telah membesuk dan bersedia memulangkannya ke kampung halaman.

"Terima kasih banyak pak Gubernur Sulsel. Saya sekeluarga akan siapkan barang untuk penerbangan ke Jawa Timur," katanya dengan suara lirih dan dengan mata yang berkaca-kaca.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!