alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PDRB Kota Makassar Jauh di Atas Daerah Lain di Sulsel

Hasdinar Burhan
PDRB Kota Makassar Jauh di Atas Daerah Lain di Sulsel
KOTA MAKASSAR. Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi Selatan menyebut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Makassar melambung jauh di atas kota/kabupaten lain di Sulawesi Selatan. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews/Dok

MAKASSAR - Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi Selatan menyebut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Makassar melambung jauh di atas kota/kabupaten lain di Sulawesi Selatan.

Wakil Direktur Kopel Indonesia, Herman, mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya, harga konstan tahun 2012 sampai 2016 menunjukkan bahwa PDRB kota Makassar jauh melampaui 23 daerah kabupaten atau kota di Sulawesi Selatan.

Menurut catatan Kopel, pada tahun 2016, PDRB kota Makassar sebagai PDRB tertinggi di Sulawesi Selatan sebesar Rp95.836,98 Miliar. Angka tersebut jauh diatas PDRB kota yang lainnya.



Rata-rata PDRB kabupaten/kota hanya sebesar Rp11.275, 96 Miliar. Angka PDRB terendah di Kabupaten Selayar dengan hanya sebesar Rp 2.924, 26 miliar.

“Titik daerah lain tertinggi kedua setelah Makassar adalah Kabupaten Bone koma itupun hanya sebesar Rp 17.504,82 miliar masih sangat jauh di bawah kota Makassar Rp 95.836,98 miliar,” ujarnya saat menjadi pemateri pada kegiatan Catatan Akhir Tahun Kopel dengan tema "Utang Politik yang tersisa Jelang Pilkada Provinsi Sulawesi Selatan 2018", di Kantor Kopel, Jumat (29/12).

Menurutnya hal itu menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan lebih besar semata-mata ditopang oleh pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar.

“Ini membuktikan terjadi ketimpangan pemerataan ekonomi antar wilayah kabupaten atau kota dengan tingkat kesenjangan yang cukup tajam,” katanya.

Fakta itu juga disebutnya menunjukkan bahwa terjadi ketimpangan pemerataan ekonomi antar wilayah Kabupaten /Kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

Diketahui, Sulawesi Selatan pada awal periode telah menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan indikator PDRB yang ingin dicapai yakni 7,8 sampai 8,0% namun peningkatan PDRB tersebut tidak pernah tercapai. “Antara yang dijanjikan dengan kondisi yang terjadi hingga tahun 2016 sedikit mendekati, dengan selisih poin 0,1persen,” tambahnya.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook