alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

IYD 2019 di Makassar, Generasi Milenial Butuh Lapangan Kerja

Tim Sindonews
IYD 2019 di Makassar, Generasi Milenial Butuh Lapangan Kerja
Oxfam dan 30 kumintas anak muda di Sulsel merayakan International Youth Day 2019 di Kota Makassar. Foto/Ilustrasi/Shutterstock

MAKASSAR - Oxfam dan puluhan komunitas anak muda di Sulsel ikut meramaikan perayaan International Youth Day (IYD) 2019 di Kota Makassar, Sabtu (31/8). Dalam kegiatan yang dipusatkan di Fort Rotterdam itu juga dilaksanakan sesi diskusi panel yang menghadirkan belasan narasumber dari lintas elemen. Mulai dari birokrat, akademisi, aktivis hingga pelaku usaha.

Sesi diskusi panel itu, di antaranya mengangkat isu tentang 'Pentingnya Life Skill Bagi Anak Muda' dan 'Mematahkan Stereotipe akan Pekerja Muda'. Para narasumber ini pada hakikatnya menyerukan pentingnya pengetahuan yang diberikan kepada generasi milenial untuk memaparkan berbagai profesi kerja dan dinamika dalam dunia kerja.

Secara umum, dalam perayaan IYD 2019 dengan tema 'Tackling Stereotype for Young Workers', Oxfam maupun sekitar 30 komunitas anak muda di Sulsel menyuarakan bahwa generasi milenial saat ini membutuhkan lapangan kerja yang lebih luas. Olehnya itu, pemerintah dan pihak swasta didorong mampu merealisasikan hal tersebut.



Selain itu, Oxfam dan para generasi milenial berkomitmen untuk berjuang menghilangkan anggapan negatif terkait pekerja muda. Padahal, para generasi milenial memiliki potensi besar untuk berkembang karena lahir di zaman era teknologi. Di tangan generasi milenial, tantangan industri 4.0 dapat terjawab.

Maria Lauranti selaku Country Director dari Oxfam di Indonesia, menyampaikan akses anak muda, khususnya perempuan pada angkatan kerja masih rendah. Olehnya itu, Oxfam menyerukan perlunya serapan angkatan kerja oleh pemerintah dan perusahaan swasta untuk anak muda.

“Saat ini anak muda merupakan harapan bangsa di masa depan. Dengan memastikan bahwa anak muda diberikan peluang kerja, baik secara formal maupun informal, peluang untuk memiliki usaha yang lebih dinamis semakin tinggi."

"Menjawab tantangan revolusi digital 4.0, jenis usaha yang muncul hari ini dan di masa depan akan memerlukan adaptasi penggunaan teknologi yang sangat tinggi. Sebagai generasi yang sangat cakap mengadopsi teknologi, anak muda merupakan potensi terbesar untuk menjawab kebutuhan dunia usaha," terang Maria.

Stereotip terhadap anak muda menurut banyak penelitian, kata Maria memang cukup merugikan dan justru menutup peluang kerja bagi anak muda. Asumsi tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi dunia kerja yang kompleks, menjadi salah satu sebab anak muda kerap tidak kompetitif di pasar tenaga kerja.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook