alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

50 Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Maros Bakal Dilebur

Najmi Limonu
50 Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Maros Bakal Dilebur
Sebanyak 50 SDN di Kabupaten Maros akan dilebur pada akhir tahun ini. Foto: SINDOphoto

MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Pendidikan berencana melebur 50 Sekolah Dasar Negeri. Rencananya, peleburan atau re-grouping sekolah ini akan mulai dilakukan pada akhir tahun ini. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Takdir, menjelaskan keputusan melebur puluhan sekolah merujuk pada beberapa kriteria. Di antaranya yakni minimnya siswa dan jarak sekolah berdekatan.

Takdir menyampaikan adanya SDN yang jaraknya saling berdekatan akan membuat persaingan tidak sehat antar-sekolah. Dikhawatirkan terjadi tarik menarik atau perebutan calon siswa di sekolah tersebut.

"Ini menjadi penilaian kami untuk melebur atau re-grouping. Ya memang kondisinya seperti itu, makanya kita harus melakukan re-grouping supaya sekolah bisa berkembang," kata dia, Rabu (4/9).



SDN yang bakal dilebur tersebar di sejumlah kecamatan. Mulai dari wilayah Lau, Marusu, Tanralili, Mandai, Simbang, Camba, Mallawa dan Bontoa,Turikale hingga Bantimurung. Nantinya 50 SDN itu akan dilebur menjadi 25 SDN.

Takdir mengatakan peleburan sekolah ini berdasarkan surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan dengan nomor 800/37/KPTS/DP/2019 tentang penggabungan re-grouping dan penghapusan removal closing UPTD negeri.

Langkah peleburan puluhan SDN dilakukan guna efisiensi anggaran operasional sekolah dan kinerja para guru. "Targetnya ada 50 UPTD dasar negeri yang berada dalam satu lokasi serta berdekatan lokasi sekolah akan digabungkan dan penutupan tersisa hanya 25 sekolah dari hasil penggabungan,” kata Takdir.

Takdir merinci untuk Kecamatan Marusu, ada sekitar 12 UPTD Dasar Negeri. Sementara di Tanralili juga ada sekitar 12 UPTD Dasar Negeri, Lau 12 UPTD Dasar Negeri,Turikale 12 UPTD Dasar Negeri, Bontoa 12 UPTD Dasar Negeri, Maros Baru 12 UPTD Dasar Negeri dan Camba 12 UPTD Dasar Negeri.

"Sedangkan di wilayah Simbang hanya ada empat UPTD Dasar Negeri, wilayah Mandai 10 UPTD Dasar Negeri dan wilayah Bantimurung delapan UPTD Dasar Negeri. Jadi 50 sekolah UPTD Dasar Negeri yang ada di tujuh wilayah kecamatan akan digabung menjadi 25 sekolah UPTD Dasar Negeri," jelasnya.

Nantinya, sekolah dasar negeri yang menjadi induk dari penggabungan itu akan dilihat dari sejarah berdirinya sekolah.

Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Andi Iqbal Dwi, mengatakan kepala sekolah dan guru yang mengajar pada sekolah UPTD Dasar Negeri yang ditutup tidak akan dikorbankan. Pihaknya sudah melakukan pendataan dan mereka akan ditempatkan di UPTD Dasar Negeri berdasarkan alamat domisilinya.

Sementara kepala sekolah yang disudah definitif dan dianggap layak, kata dia, tetap menjadi pertimbangan untuk ditempatkan ke UPTD Dasar Negeri dengan jabatan yang sama. "Dinas Pendidikan memproritaskan kepala sekolah yang dianggap berprestasi untuk tetap dipertahankan," pungkasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif