alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Blender Sabu Senilai Miliaran Rupiah Milik 6 Tersangka

Faisal Mustafa
Polisi Blender Sabu Senilai Miliaran Rupiah Milik 6 Tersangka
Polda Sulsel memusnahkan sabu seberat 1,9 kg senilai miliaran rupiah dengan cara memakai mesin blender. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,9 kilogram di Aula Direktorat Reserse Narkoba Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Rabu (4/9). Pemusnahan sabu senilai miliaran rupiah dilakukan dengan cara memakai mesin blender.

Pemusnahan sabu ini dipimpin langsung oleh Kabag Wasidik Ditresnarkoba Polda Sulsel, AKBP Ucuk Supriyadi. Satu per satu paket sabu milik enam tersangka dimasukkan ke mesin blender, dicampur air untuk kemudian diaduk. Setelah dipastikan hancur, lalu dibuang ke pembuangan akhir.

Ucuk menyampaikan 1,9 kg sabu bernilai miliaran rupiah ini merupakan hasil pengungkapan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Barang haram ini milik enam tersangka dari lima kasus yang berhasil diungkap polisi. Mereka masing-masing ditangkap di tempat dan waktu berbeda.



Ucuk mengklaim pemusnahan sabu ini telah menyelamatkan 5.200 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika di Kota Makassar maupun daerah lainnya lingkup Sulsel. "Sabu 1,9 kg yang dimusnahkan itu kalau dirupiahkan nilainya miliaran rupiah. Kan, satu gramnya saja, pelaku biasa menjual Rp1 juta lebih," kata dia.

Lebih lanjut, ia menegaskan sabu 1,9 kg yang dimusnahkan sudah melalui proses sebagaimana aturan yang berlaku, seperti pemeriksaan di laboratorium forensik. Kepolisian juga menyisakan sedikit barang bukti untuk keperluan pembuktian di pengadilan.

Adapun keenam tersangka pemilik sabu itu, masing-masing berinisial FD, IS, dan FH asal Kota Makassar. Lalu, ada sepasang ibu dan anak berinisial ND dan TI asal Kabupaten Gowa dan terakhir pelaku asal Kabupaten Sidrap berinisial BS.

Dari tangan ibu dan anak, polisi berhasil menyita barang bukti sabu seberat 893,20 gram. Lalu untuk FD (88,99 gram), IS (49,28 gram), BS (123,76 gram) dan FH (390,76 gram). Modus dan peran tersangka ini pun berbeda-beda.

"Mereka ini ada yang berperan sebagai pengedar dan bandar. Modus yang selama ini terjadi yaitu barang (sabu) awalnya dari Sidrap lalu dibawa ke Makassar. Sedangkan, untuk anak dan ibu itu berperan sebagai penjemput barang dan berhasil diamankan di parkiran Ramayana, Jalan AP Pettarani," terang perwira polisi dua bunga ini.

Dalam pemusnahan barang bukti itu, polisi tidak hanya memblender sabu seberat 1,9 kg. Juga ada sejumlah barang bukti narkoba lain yang ikut dimusnahkan. Di antaranya yakni 90 butir pil ekstasi dan 8.062 butir obat daftar G.

Atas perbuatannya, keenam tersangka dijerat dengan dengan pasal 114 ayat 2 atau 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. Para tersangka dijerat dengan pasal 132 ayat 1 percobaan dan pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook