alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Karyawan Swasta di Makassar Diterungku Gegara Unggahan Rasis Soal Papua

Faisal Mustafa
Karyawan Swasta di Makassar Diterungku Gegara Unggahan Rasis Soal Papua
Konferensi pers Polda Sulsel terkait penangkapan Agus, terduga pelaku pelanggaran UU ITE. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Agus ST (40), karyawan swasta di Makassar, terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian daerah Sulawesi Selatan (Sulsel). Agus diduga melakukan pelanggaran UU ITE usai mengunggah konten SARA pada akun twitter pribadinya, @AgusMatta2.

Wakil Direktur Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulsel, AKBP Parojahan Simanjuntak menjelaskan, Agus mengunggah konten berbau SARA itu di twitter, tanggal 29 Agustus 2019 lali. Dia meretweet link berita dari akun Al Jazeera tentang korban yang meninggal di Papua, kemudian menambahkan kutipan bernada rasis.

"Ada konten kalimat yang bernuansa SARA yaitu, usir semua mahasiswa N pemuda Papua kembali ke Papua. Setelah itu kami pemuda NKRI siap tenggelam hancurkan," kata Parojahan, saat menggelar konferensi pers di Mapolda Sulsel, Kamis (5/9/2019).



Atas dasar tersebut, Subdit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel, kata Parojahan melakukan penyelidikan setelah mendapat petunjuk dari tim cyber crime Mabes Polri yang pertama kali menemukan unggahan milik Agus ST.

Tidak butuh waktu lama, petugas langsung menangkap Agus saat berada di kediamannya di Kota Makassar pada 2 September 2019 sekitar pukul 20.49 Wita.

"Lelaki yang berinisial AG merupakan pegawai swasta yang berdomisili di Makassar dimana setelah dilakukan penyelidikan yang bersangkutan diamankan tim cyber di tempat tinggalnya," ujar dia.

"Untuk (motifnya) sementara, pengakuan pelaku, dia memposting karena itu bentuk rasa patriotisme. Tapi patriotisme itu ditunjukkan dengan cara yang salah," sambungnya.

Saat ini Agus masih berada di sel tahanan Mapolda Suslel bersama barang bukti satu unit handphone jenis Blackberry Private hitam serta email dan password akun twitter @AgusMatta2 milik Agus.

Atas perbuatannya, Agus terancam enam tahun penjara serta denda Rp1 miliar usai dijerat penyidik dengan Pasal 45A Ayat 1 Juncto Pasal 28 Ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif