alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Operasi Patuh, Realisasi PKB di Sulsel Tembus Rp7 Miliar Tiap Hari

Tri Yari Kurniawan
Operasi Patuh, Realisasi PKB di Sulsel Tembus Rp7 Miliar Tiap Hari
Pembayaran PKB di Sulsel selama Operasi Patuh 2019 mengalami lonjakan signifikan. Foto: Bapenda Sulsel

MAKASSAR - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel mengklaim realisasi pembayaran pajak kendaraan bermotor atau PKB di wilayahnya mengalami lonjakan signifikan. Penerimaan negara dari sektor pajak tersebut menembus angka Rp7 miliar setiap hari selama pelaksanaan Operasi Patuh 2019 yang digelar kepolisian.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh, kepolisian memang menggandeng instansi lain, seperti dinas perhubungan dan samsat. Nah, dalam penertiban kendaraan itu, pengendara yang kedapatan menunggak PKB langsung diarahkan membayar pajak di samsat keliling yang memang selalu ikut serta saat razia.

Kabid Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Sulsel, Darmayani Mansur, mengatakan PAD Sulsel pada sektor PKB memang mengalami peningkatan. Itu semua berkat adanya Operasi Patuh ditambah operasi penertiban yang juga dilakukan oleh 25 samsat lingkup Sulsel.



“Kami sangat terbantu dengan adanya Operasi Patuh dan operasi penertiban yang sering dilakukan UPT (samsat). Selama Operasi Patuh berlangsung, pendapatan kami meningkat. Kalau biasanya hanya Rp5 miliar per hari, kini naik menjadi Rp 7 miliar per hari," kata dia, dilansir dari laman resmi Bapenda Sulsel.

"Kami berterima kasih pada pihak kepolisian yang membantu kami dalam melakukan pengawasan,” sambung Darmayani.

Guna memudahkan masyarakat dalam membayar PKB, Bapenda Sulsel juga telah membuat sejumlah inovasi dalam pelayanan. Di antaranya yakni pembayaran PKB melalui ATM, Indomaret, melalui ponsel dan masih banyak lagi.

Lebih lanjut, Damayani menyampaikan soal razia pajak, pihaknya tidak hanya memusatkan di Kota Makassar, tapi di seluruh wilayah Sulsel. Razia pajak ini menyasar pemilik kendaraan yang belum melakukan perpanjangan masa berlaku STNK atau belum melakukan daftar ulang.

“Khusus di Makassar, setiap menggelar penertiban PKB, kami selalu mengumpulkan PKB sekitar Rp100 juta. Ini membuktikan masyarakat sebenarnya mau membayar pajak, namun seringkali lupa atau sibuk dengan pekerjaannya,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat membayar PKB tepat waktu karena pajak yang dibayarkan tersebut akan kembali kemasyarakat dalam bentuk pembangunan, pelayanan kesehatan dan lainnya.

Pemprov Sulsel mengembalikan pajak yang dibayarkan masyarakat kepada kabupaten/kota dalam bentuk dana bagi hasil (DBH). Makin besar penduduk sebuah daerah makin besar DBH yang ia peroleh.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan dinikmati kembali oleh masyarakat dalam bentuk pembangunan. Jalan mulus yang sering dilalui adalah hasil dari pembayaran pajak masyarakat,” ujarnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook